TARAKAN – Upaya mendorong efisiensi layanan logistik nasional kini mulai menyentuh daerah perbatasan. Kota Tarakan menjadi salah satu lokasi awal penerapan National Logistic Ecosystem (NLE), sebuah inisiatif strategis yang mengintegrasikan proses logistik lintas instansi dalam satu sistem digital terpadu.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Pelayanan Bea Cukai Tarakan, Andy Herwanto, menyampaikan bahwa NLE merupakan sistem yang bertujuan menyelaraskan lalu lintas barang dan dokumen sejak kedatangan barang hingga tiba di gudang, dengan mengutamakan kolaborasi dan pertukaran data antarlembaga.
“Melalui NLE, proses logistik bisa jadi lebih singkat dan efisien. Tidak ada lagi pengulangan data atau duplikasi dokumen. Semua dilakukan dalam satu platform,” ujar Andy.
Pada tahap awal pelaksanaan NLE di Tarakan, lima instansi dilibatkan sebagai pemangku kepentingan, yaitu Bea Cukai, KSOP Tarakan, Balai Karantina Kesehatan, Imigrasi dan Pelindo. Lima instansi tersebut telah menandatangani komitmen bersama untuk menjalankan NLE di Tarakan.
“Kami sudah mulai dengan sosialisasi, lalu dilanjutkan pembimbingan teknis oleh tim transisi dan pihak INSW. Sekarang masuk tahap asistensi kepada pengguna jasa,” jelasnya.
Andy menuturkan, penerapan NLE di Tarakan akan dimulai dengan uji coba pada pelayanan barang impor. Pasalnya, barang dari luar negeri biasanya memerlukan proses perizinan dari banyak instansi, sehingga menjadi target utama efisiensi.
“Untuk tahap awal, kami fokuskan pada layanan barang dari luar negeri. Ini untuk melihat sejauh mana sistem bisa mempercepat proses perizinan yang biasanya memakan waktu,” tambah Andy.
Sistem NLE memungkinkan pengguna jasa mengajukan perizinan secara terintegrasi lewat single submission. Sekali pengajuan, pengguna bisa mendapatkan persetujuan dari seluruh instansi terkait tanpa harus menginput data berulang kali.
Dengan kemudahan yang ditawarkan, penerapan NLE diharapkan dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi pelaku usaha dan pengguna jasa logistik di wilayah perbatasan.
“Nantinya pelaku usaha tidak perlu bolak-balik atau mengurus dokumen yang sama di tempat berbeda. Semua bisa dilakukan lewat satu platform. Ini tentunya akan mendorong iklim usaha menjadi lebih kondusif dan kompetitif,” terang Andy.
Meski masih dalam tahap awal, Bea Cukai Tarakan bersama instansi terkait akan terus mendorong percepatan implementasi NLE secara menyeluruh. Evaluasi atas pelaksanaan piloting juga akan menjadi dasar pengembangan lebih lanjut di masa mendatang.
“Kita mulai dulu dari asistensi, lalu kita lihat capaian piloting-nya. Kalau berhasil, tentu kita akan tingkatkan pelaksanaannya,” tutupnya. (adm)





