Jelang Sahur Jadi Jam Rawan? Polisi Ingatkan Warga Tarakan Jangan Lengah

TARAKAN – Polres Tarakan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama pelaksanaan ibadah Ramadan 1447 Hijriah. Momentum bulan suci yang identik dengan aktivitas ibadah malam hari dinilai berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdillah, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, terutama saat meninggalkan rumah untuk salat tarawih maupun sahur bersama.

Baca juga  Jembatan Sungai Nyelung Dibangun Tahun Ini, Pemkab Anggarkan Rp 15 Miliar

“Pastikan rumah dalam kondisi terkunci dengan baik saat ditinggalkan. Gunakan kunci ganda pada kendaraan dan parkir di tempat yang aman,” tegasnya.

Menurutnya, pola kejahatan selama Ramadan umumnya meningkat pada jam-jam tertentu, terutama malam hingga menjelang sahur, saat sebagian warga terlelap atau fokus beribadah.

Tak hanya pencurian, Ridho juga menyoroti potensi gangguan kamtibmas seperti balap liar, konvoi berlebihan, hingga permainan petasan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Baca juga  Begini Harapan Praktisi, Akademisi dan Pemuda di Kaltara untuk Pemerintahan Prabowo

“Ramadan seharusnya menjadi momentum memperbanyak ibadah, bukan justru melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta lebih bijak dalam bermedia sosial. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun konten provokatif dinilai dapat memicu konflik sosial di tengah suasana bulan suci.

Polres Tarakan menegaskan, apabila masyarakat menemukan tindak kriminalitas, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat dan tidak bertindak sendiri.

Baca juga  Kaltara Usulkan 1.468 Formasi CASN 2024, Prioritaskan Honorer dan Tenaga Kontrak

“Jangan main hakim sendiri. Serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum,” pesannya. (adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?