Di Balik Keterbatasan, Asa Itu Datang: YKB Daerah Kaltara Bantu Dua Anak Tunanetra di Bulungan

Bulungan – Di tengah keterbatasan ekonomi yang menghimpit, secercah harapan hadir bagi sebuah keluarga prasejahtera di Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.

Dua dari empat anak dalam keluarga tersebut mengalami tunanetra dan kondisi gizi kurang, sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan.

Kepedulian itu datang dari Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Utara melalui program Yayasan Kemala Bhayangkari Peduli.

Dipimpin Ketua Pengurus YKB Daerah Kaltara, Ny. Sari Djati Wiyoto Abadhy, jajaran Pengurus turun langsung ke kediaman keluarga tersebut untuk menyerahkan bantuan dan memberikan dukungan moral.

Baca juga  Wujud Nyata Kepedulian, Kapolda Kaltara Serahkan Kunci Program Bedah Rumah Presisi di Kampung Bugis

Dalam kunjungan tersebut, Ketua beserta Pengurus YKB Daerah Kaltara menyalurkan bantuan berupa paket sembako, kasur, kipas angin, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kenyamanan tempat tinggal sekaligus meringankan beban kebutuhan sehari-hari.

Menurut Ny. Sari Djati Wiyoto Abaadhy, kehadiran YKB bukan sekadar menyerahkan bantuan materi, tetapi juga memastikan keluarga yang sedang menghadapi ujian hidup tetap merasa diperhatikan.

Baca juga  Dirbinmas Polda Kaltara Pimpin Apel Bhabinkamtibmas di Nunukan, Tekankan Peran Sahabat dan Problem Solver di Tengah Masyarakat

“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian hidup tidak merasa sendiri. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat untuk terus berjuang,” ujarnya.

Program Yayasan Kemala Bhayangkari Peduli merupakan bagian dari komitmen YKB Daerah Kalimantan Utara untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti keluarga prasejahtera dan anak penyandang disabilitas.

Baca juga  Temu Musik se-Kaltara, Ajang Berbagi Ilmu Pelaku Seni Musik Bumi Benuanta

Langkah ini juga menjadi wujud penguatan nilai gotong royong dan solidaritas sosial di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian kolektif memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan, terutama bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak. (adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?