Runway Bandara Rusak Akibat Usia

Bandara Juwata Tarakan.

TARAKAN– Berdasarkan hasil analisis kerusakan pada landasan pacu atau runway Bandara Juwata Tarakan dikarenakan usia landasan yang sudah cukup lama.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Super Air Jet dengan kode booking IU 6939 gagal terbang dari Tarakan menuju Balikpapan pada Senin (2/6) sore. Pesawat baru berhasil take off sekira pukul 20.44 WITA.

Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Fahruddin Rahmat menjelaskan hasil analisa kerusakan landasan pacu dikarenakan beberapa faktor. Namun yang pasti berkaitan dengan usia landasan.

Baca juga  DPRD Tarakan Soroti Rusaknya Landasan Pacu di Bandara Juwata

“Sudah mulai agak aus (susut, red). Meskipun sudah baik waktu terakhir kami lakukan inspeksi sebelumnya, belum terlihat tanda-tanda sampai akan rusak seperti itu,” jelasnya.

Sementara faktor lainnya, dikatakan Fahruddin yakni bisa jadi akibat roda pesawat yang berputar di titik kerusakan dan semburan atau jetblast dari pesawat. “Karena hancurnya memang retakannya itu kecil-kecil serpihannya gitu,” katanya.

Hal inipun akan menjadi pembelajaran pihaknya untuk lebih mengawasi dan memantau kondisi runway sebelum ada aktivitas take off ataupun landing. Fahruddin menyebut, insiden yang terjadi sebelumnya memang tidak terdeteksi oleh petugas.

Baca juga  Batalyon TP 880/Banuanta Bangun Sumur Bor di Desa Apung

“Yang penting juga bagi kami untuk ke depan akan lebih intensifkan lagi. Jadi potensi sekecil apapun, jika memang ada sedikit tanda akan mengalami kerusakan pun kami upayakan segera langsung dibongkar untuk dilakukan perbaikan lah, meskipun hanya kecil,” bebernya.

Aktivitas peremajaan atau perawatan berkala landasan pacu dilakukan oleh Bandara Juwata sendiri. Berbeda jika sudah terdapat kerusakan yang parah maka pihaknya akan bekerjasama dengan pihak ketiga.

Baca juga  Kemenangan Cak Munir, Bukti Kompaknya PWI Kaltara Hadapi Konflik Internal

“Alhamdulillah, kemarin sudah dilakukan perbaikan, kita pantau terus setiap hari juga sampai saat itu. Kalau untuk pemeliharaan rutin dari kami, tapi kalau untuk kerusakan sendiri yang skopnya kecil bisa kita lakukan sendiri, atau kita juga kalau memang cukup besar atau apa kita bisa bekerjasama dengan pihak lain juga,” pungkasnya. (adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?