TARAKAN – Cabang olahraga Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) resmi memiliki kepengurusan di Kota Tarakan. Rahmat Suparman terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Kota (Pengkot) IBCA Tarakan periode 2026-2030 dalam musyawarah yang berlangsung di Cafe NOK, Jumat malam (19/9/2026).
Pembentukan kepengurusan tersebut dihadiri Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) IBCA Kaltara, Handi Arief, bersama atlet, pelatih dan pegiat beladiri campuran di Tarakan.
Rahmat mengatakan, pembenahan sarana dan prasarana latihan menjadi fokus awal kepengurusan. Ketersediaan fasilitas dinilai diperlukan untuk menunjang pembinaan atlet yang telah memiliki dasar beladiri.
“Yang pertama kita usahakan, kita perjuangkan masalah sarana dan prasarana. Karena memang itu yang awal untuk menunjang atlet-atlet kita ini bisa berkembang,” ujar Rahmat.
Setelah fasilitas tersedia, IBCA Tarakan menargetkan menggelar event lokal sebagai wadah pencarian bakat sekaligus memperkenalkan MMA kepada lebih banyak atlet di daerah. Rahmat menyebut keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu kendala. Karena itu, pihaknya akan membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mendukung penyelenggaraan event maupun penyediaan fasilitas latihan.
“Cabor kita ini yang sekarang lagi booming. Kalau di luar itu lagi terkenal-kenalnya. Mudah-mudahan kita bisa menggait swasta untuk bisa berpartisipasi dalam event maupun menunjang fasilitas kita nanti,” jelasnya.
Dari sisi pembinaan, kepengurusan IBCA Tarakan telah memiliki sejumlah pelatih dengan dasar grappling dan striking. Untuk tahap awal, pembinaan akan memanfaatkan sumber daya yang tersedia sembari menyiapkan pelatih yang lebih profesional.
Rahmat mengatakan, program awal tidak langsung diarahkan untuk mencetak atlet dari nol. Atlet-atlet Tarakan yang telah memiliki dasar grappling maupun striking akan terlebih dahulu dipersiapkan mengikuti disiplin MMA.
“Kita ini baru dibentuk, sarana dan prasarana belum ada. Jadi di awal kita memakai atlet yang sementara sudah ada. Nanti kita matangkan untuk persiapan di MMA,” katanya.
Ketua Pengprov IBCA Kaltara, Handi Arief, menyambut terbentuknya kepengurusan Tarakan. Ia mengatakan mandat pembentukan IBCA di Kaltara baru diterima sekitar lima bulan lalu dari pengurus besar.
“Untuk mandat yang sudah kami berikan kepada Adinda Taufiq Khusairi dan malam ini tiba-tiba kami diundang ada pembentukan pengurus MMA Kota Tarakan. Kami sangat bersyukur,” ucap Handi.
Selain Tarakan, mandat pembentukan kepengurusan IBCA juga telah diberikan untuk Kabupaten Bulungan dan Nunukan. Sementara Malinau dan Kabupaten Tana Tidung (KTT) dijadwalkan menyusul.
Dengan terbentuknya Pengkot IBCA Tarakan, pembinaan atlet beladiri campuran di daerah tersebut selanjutnya diarahkan melalui struktur organisasi resmi, dengan fokus awal pada fasilitas latihan dan pematangan atlet yang telah memiliki dasar grappling maupun striking.





