Inflasi Kaltara Mei 2025 Terkendali

Ilustrasi.

TARAKAN – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menunjukkan kinerja positif dalam menjaga stabilitas harga. Pada Mei 2025, inflasi Kaltara tercatat sebesar 0,06 persen (month-to-month/mtm), turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,45 persen (mtm).

Penurunan ini mengindikasikan stabilisasi harga setelah momen Idulfitri.Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, menyebut bahwa salah satu pendorong utama inflasi bulan lalu adalah sektor transportasi udara.

“Kenaikan harga angkutan udara terjadi karena berakhirnya program diskon penerbangan selama periode Lebaran,” ungkap Hasiando, Selasa (17/6).

Baca juga  Buka Puasa Bersama, Gubernur Zainal Apresiasi Sinergitas Bersama Insan Pers

Selain transportasi udara, harga ikan layang juga tercatat mengalami peningkatan akibat pasokan yang menurun. Hal ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang membatasi aktivitas nelayan di wilayah pesisir Kaltara. Sementara itu, harga emas perhiasan juga naik, dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.

Ia menjelaskan, inflasi di Kaltara pada Mei menunjukkan pola yang beragam di tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK). Kota Tarakan mengalami inflasi sebesar 0,24 persen (mtm), Kabupaten Nunukan mengalami deflasi tipis -0,01 persen (mtm) dan Kota Tanjung Selor mencatat deflasi lebih dalam, yakni -0,44 persen (mtm).

Baca juga  Triwulan I, Bea Cukai Tarakan Lampaui Target Realisasi Penerimaan

Meski demikian, secara tahunan, inflasi gabungan ketiga kota IHK di Kaltara tercatat sebesar 1,24 persen (year-on-year/yoy). Angka ini masih berada di bawah target nasional sebesar 2,5 ±1 persen, sehingga mencerminkan pengendalian harga yang cukup efektif di tingkat regional.

“Ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian inflasi yang melibatkan koordinasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya telah berjalan dengan baik,” tambah Hasiando.

Di tengah kenaikan beberapa komoditas, terdapat pula beberapa yang justru memberikan andil terhadap penurunan laju inflasi, seperti cabai rawit dan tomat, yang turun signifikan karena musim panen raya di bulan Mei.

Baca juga  Jelang Diklatda dan Rakerda, HIPMI Kaltara Siap Cetak Pengusaha Muda Visioner

Daging ayam ras, yang mengalami penurunan harga karena program foodlog ayam beku dan berkurangnya permintaan pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).Bank Indonesia memastikan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga di Kalimantan Utara.

“Penguatan sinergi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), distribusi pangan strategis, serta pemantauan pasokan dan harga akan terus ditingkatkan,” tutup Hasiando. (adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?