Bongkar Pengedaran Sabu di Pelabuhan Malundung Tarakan, Petugas Temukan Barang Bukti 784 Gram di Dalam Koper

TARAKAN – Upaya penyelundupan narkotika di Pelabuhan Malundung Tarakan berhasil digagalkan melalui rangkaian penyelidikan yang cepat dan terkoordinasi. Pelaku berinisial AG, yang membawa sabu 785 gram dari Malaysia, sempat mencoba berbagai cara untuk menghindari kejaran aparat.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan petugas Bea Cukai terkait koper mencurigakan di speedboat yang baru tiba dari Tawau.

Baca juga  Bejat! Kakek Cabuli Anak Usia 10 Tahun

Setelah dilakukan pemeriksaan bersama, koper tersebut diketahui berisi sabu yang dikemas dalam tiga plastik bening. Penemuan ini langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan untuk mencari pemiliknya.

Petugas kemudian melakukan pelacakan melalui berbagai metode, termasuk analisis manifest penumpang, pemeriksaan barang bawaan, hingga penelusuran rekaman CCTV di pelabuhan.

Dari rekaman CCTV, terlihat seorang pria yang membawa koper tersebut saat proses check-in. Identitasnya kemudian berhasil diungkap sebagai AG.

Baca juga  Bareskrim Ungkap 5 Kasus Penyalahgunaan BBM dan Gas Subsidi

Namun, pelaku tidak mudah ditangkap. Ia sempat berpindah-pindah hotel untuk mengaburkan jejak dan menghindari pemantauan petugas.

“Pelaku sempat menginap di dua hotel berbeda untuk mengelabui petugas,” ungkap Kapolres.

Meski demikian, upaya tersebut tidak berhasil. Berkat kerja cepat tim gabungan, AG akhirnya berhasil diamankan di salah satu hotel pada Sabtu dini hari.

“Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan berbagai barang bukti yang menguatkan keterlibatan pelaku, termasuk pakaian yang dikenakan saat di pelabuhan yang sesuai dengan rekaman CCTV,” beber Kapolres Tarakan.

Baca juga  Satu dari Tiga Tersangka Curas Diamankan Satpolair

Selain itu, diamankan pula handphone yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan pengendali, paspor, serta tiket perjalanan atas nama pelaku. Seluruh barang bukti tersebut kini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. (adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?