JAKARTA – Jika ada yang meragukan loyalitas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam pembinaan olahraga di Tanah Air adalah salah besar. KONI Pusat dan jajarannya ke bawah baik KONI Provinsi dan Kabupaten tegak lurus dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
“Tugas KONI adalah membantu pemerintah dalam membuat kebijakan nasional di bidang olahraga, mengoordinasikan organisasi olahraga, dan melaksanakan pengelolaan serta pengembangan olahraga prestasi,” kata Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman di ruang kerjanya di Jakarta, Rabu 28 Mei 2025.
Lebih lanjut dikatakan Marciano, KONI membantu pemerintah merumuskan dan melaksanakan kebijakan nasional terkait pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan olahraga prestasi.
“Garda terdepan olahraga Indonesia adalah pemerintah atau Kemenpora. KONI dan KOI bertugas membantu mensukseskan kebijakannya sebagai pemegang regulator,” ungkap Marciano didampingi Sekjen KONI Pusat Lukman Djajadikusuma dan plt Bendahara Gugun Yudinar.
KONI menurut Marciano mengelola dan mengembangkan olahraga prestasi di tingkat nasional, termasuk pembinaan atlet, wasit, pelatih, dan manajer. Sedangkan KOI perwakilan Indonesia dalam berbagai ajang olahraga internasional seperti Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games.
“Jika KONI hadir di single atau multi event internasional, itu semata untuk motivasi atlet. Tidak lebih dari itu,” tandasnya.
KONI sangat paham proses perjalanan seorang atlet. Tidak jatuh begitu saja dari langit. Ada proses, waktu dan perjuangan yang tidak mudah.
“Jenjangnya cukup panjang. Semua berakar dari bawah. Ada sentuhan klub, KONI Kabupaten dan KONI Provinsi. Tentu tak luput juga peran media,” urai Marciano.
Mantan Kepala BIN itu mencontohkan atlet angkat besi Rizky Juniansyah dari Banten dan Veddriq Leonardo atlet panjat tebing dari Kalimantan Barat. Keduanya berhasil meraih medali emas Olimpiade Paris 2024.
“Mereka tidak ujuk-ujuk berada di puncak. Ada sentuhan tangan-tangan ajaib dari klub, KONIDA, dan stakeholder olahraga lainnya, sehingga mereka bisa mencapai puncak prestasi,” tuturnya.
Marciano meyakini jika semua pihak saling menghormati dan menjalankan tupoksinya masing-masing, prestasi olahraga Indonesia akan semakin membaik. Tidak sebatas SEA Games, Asian Games tapi juga Kejuaraan Dunia serta Olimpiade. (adm)





