TARAKAN– Sebanyak 34 pendekar terbaik dari seluruh Kalimantan Utara (Kaltara) mengikuti Seleksi Provinsi (Selekprov) Pencak Silat Kaltara yang digelar di Kabupaten Tana Tidung beberapa waktu lalu. Seleksi ini merupakan langkah awal menentukan atlet terbaik yang akan mewakili provinsi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, pada Oktober mendatang.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat dan kompetitif, hanya lima atlet yang dinyatakan lolos oleh Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kaltara. Kelima atlet ini dipastikan akan mengikuti multievent bela diri tingkat nasional dengan target meraih medali.
Ketua Pengprov IPSI Kaltara Suroso mengungkapkan, hasil seleksi ini cukup mengejutkan, terutama dengan munculnya beberapa wajah baru yang mengalahkan atlet yang selama ini dianggap unggul.
“Kelima pendekar ini memang sudah kami lihat punya potensi besar untuk bersaing di PON Bela Diri. Bahkan ada atlet baru yang muncul dan membuat kejutan, terutama di Kelas Tanding C Putra,” ujar Suroso.
Suroso menambahkan, atlet yang selama ini dipantau dan dianggap unggul ternyata kalah dalam seleksi tersebut, sehingga seleksi kali ini memberikan kesempatan bagi atlet baru untuk bersinar dan membuktikan kemampuan mereka.
Kelima atlet yang lolos seleksi dan akan mewakili Kaltara di PON Bela Diri 2025 adalah Ahmad Fathul Azhar, Maulana Gading Kesuma, Achmad Arjun Firdaus, Faiz Rafiq Pratama Wahyudi dan Edo Yolanda.
Data kelima atlet ini sudah resmi diserahkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kaltara untuk diproses pada tahapan entry by name peserta PON Bela Diri 2025.Selain atlet, persiapan juga dilakukan untuk tim pelatih dan manajemen kontingen.
Pelatih kepala yang dipercaya membina para atlet adalah Dony Ari Yuwono dengan asistennya Winarto, sementara manajer kontingen dipercayakan kepada Moh. Abidin.
Untuk memaksimalkan persiapan menghadapi PON, kelima atlet dan tim pelatih akan mengikuti Training Center (TC) yang akan dipusatkan di Kota Tarakan dalam waktu dekat. TC ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis dan fisik atlet agar siap bersaing di level nasional.
Suroso optimistis kelima atlet ini akan memberikan yang terbaik bagi Kaltara dan mengharumkan nama provinsi di ajang PON Bela Diri 2025.
“Kami terus melakukan pembinaan dan pengawasan ketat selama TC. Target kami tentu medali, dan kami yakin atlet-atlet ini siap,” tutup Suroso. (adm)





