Subroto: Pemerataan Listrik di Kampung Terpencil Mesti Jadi Prioritas

BERAU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau terus memberikan perhatian serius terhadap pemerataan layanan kelistrikan di wilayah pedalaman dan kepulauan.

Hingga saat ini, sejumlah kampung di daerah sulit masih belum menikmati aliran listrik PLN selama 24 jam, bahkan beberapa di antaranya belum tersentuh jaringan sama sekali.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menegaskan bahwa ketersediaan listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat memengaruhi kualitas hidup masyarakat serta perkembangan ekonomi lokal.

Baca juga  Jalan Poros Rusak Parah, DPRD Desak Percepatan Perbaikan Infrastruktur Berau

“Listrik adalah nyawa perekonomian. Bagaimana kita mau bicara pengembangan usaha desa atau digitalisasi pelayanan kalau listrik saja masih biarpet atau belum tersedia?” ujarnya.

Dari data yang dihimpun, keterbatasan layanan listrik berdampak langsung pada berbagai sektor. Aktivitas belajar siswa menjadi terganggu saat malam hari, pelaku UMKM kesulitan menjalankan produksi, hingga pelayanan kesehatan di kampung tidak dapat berjalan optimal.

Baca juga  Rembuk Nasib Honorer R4, Komisi I DPRD Tarakan Panggil BKPSDM

Menurut Subroto, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. “Kita ingin semua warga, baik di kota maupun kampung terpencil, mendapatkan layanan dasar yang sama. Ini soal keadilan pembangunan,” tegasnya.

Untuk kampung yang sulit dijangkau jaringan kabel PLN, DPRD mendukung pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal) sebagai solusi jangka pendek. Namun, Subroto mengingatkan perlunya sistem perawatan yang terencana, termasuk dukungan operator lokal yang memahami teknis pengelolaannya.

Baca juga  DPRD Pastikan Proses Pemekaran Pesisir Selatan Tetap Berjalan, Terhambat Moratorium Pemerintah Pusat

“PLTS bisa jadi opsi. Tapi harus ada perawatan. Jangan sampai alat terpasang, tapi tidak ada yang mengelola,” pungkasnya. (git/adv)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?