BERAU – Industri kreatif dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau kembali mendapat angin segar. Lewat gelaran “Arman Cup”, sebuah kompetisi burung berkicau tingkat nasional, di Taman Teluk Bayur l Minggu (30/11/2025).
Anggota Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, merancang event ini bukan sekadar sebagai ajang penyaluran hobi. Lebih dari itu, ia membidik efek berganda (multiplier effect) dari kedatangan ratusan peserta luar daerah bagi pendapatan pedagang kecil.
“Misi utamanya adalah ekonomi kerakyatan. Kami ingin menciptakan keramaian yang produktif, di mana perputaran uang terjadi secara cepat dan langsung dirasakan oleh pelaku UMKM di sekitar lokasi,” ujar Arman.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga mencontohkan model pengembangan industri kreatif yang mandiri. Tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Arman membuktikan bahwa event bisa terlaksana lewat kolaborasi strategis dengan pihak ketiga.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan cerdas di tengah tantangan fiskal daerah. Menurutnya, industri kreatif harus mampu berinovasi dalam mencari pendanaan (sponsorship) agar tidak membebani uang negara.
“Ini murni hasil kolaborasi dan jejaring. Kita ingin tunjukkan bahwa memajukan daerah dan membantu UMKM itu bisa dilakukan lewat gotong royong, tanpa harus menunggu anggaran pemerintah turun,” tegasnya.
Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten hingga lintas provinsi menjadikan ajang ini sebagai pasar potensial. Para pelaku UMKM, mulai dari kuliner hingga kerajinan, mendapatkan akses pasar langsung kepada konsumen baru.
Arman berharap, model kegiatan seperti ini dapat diduplikasi atau dirutinkan. Dengan semakin banyaknya event kreatif yang digelar di Berau, maka ekosistem ekonomi masyarakat akan semakin hidup dan sejahtera.
“Inovasi semacam ini yang kita dorong. Pedagang senang dagangannya laris, daerah pun makin dikenal lewat pariwisata dan event kreatifnya,” pungkasnya. (adv)





