Lanjutkan Reses ke Tanjung Batu, H Saga ‘Diserbu’ Aspirasi Soal Harga Sawit hingga Krisis Dokter

BERAU – Usai menyerap aspirasi di Pulau Maratua, Anggota DPRD Berau, Saga melanjutkan agenda reses masa sidang ketiga di wilayah pesisir lainnya. Kali ini, politisi senior tersebut menyambangi di Kampung Tanjung Batu.

Kehadiran Saga disambut antusias oleh ratusan warga. Didampingi Kepala Kampung Tanjung Batu, Darwis, dialog terbuka ini mengungkap fakta menarik: mayoritas warga yang berprofesi sebagai nelayan kini mulai melirik sektor perkebunan kelapa sawit sebagai mata pencaharian alternatif.

“Aspirasi yang paling kencang disuarakan adalah permintaan bantuan bibit sawit. Ini menarik, karena ada keinginan warga untuk beralih atau menambah pendapatan dari nelayan ke perkebunan,” ujar Saga.

Baca juga  Komitmen Berantas Narkoba di Kalangan DPRD Tarakan

Namun, semangat berkebun warga dibayangi keresahan soal harga. Salah satu warga, Wallo, mengeluhkan ketimpangan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang cukup mencolok.

“Di Tabalar harga bisa Rp 3.100, di Segah Rp 2.900, tapi di Tanjung Batu cuma Rp 2.860. Selisih ini sangat terasa bagi petani kecil,” keluh salah satu warga, Wallo.

Baca juga  DPRD Berau Dukung Penertiban PKL, Agus Uriansyah Tekankan Aspek Keselamatan

Menanggapi hal ini, Saga berjanji akan memperjuangkan pengadaan bibit sawit agar masuk dalam “Kamus Usulan” Bapelitbang. Menurutnya, transisi ekonomi dari nelayan ke perkebunan harus didukung pemerintah agar kesejahteraan warga meningkat.

Masalah lain yang mencuat adalah minimnya personel BPBD yang hanya berjumlah dua orang, serta kebutuhan armada ambulans. Pihak kampung bahkan menyatakan kesanggupannya menanggung biaya perawatan kendaraan jika unitnya tersedia, demi kelancaran rujukan pasien ke rumah sakit kabupaten.

Baca juga  DPRD Berau Soroti Rumitnya PBG: Masyarakat Kian Terbebani

“Masalah infrastruktur juga ada, seperti di Gang Lestari yang sering banjir karena drainase buruk, serta usulan air bersih,” catat Saga.

Terkait tumpukan aspirasi tersebut, Saga bersikap realistis namun optimistis. Ia menjelaskan bahwa usulan prioritas, khususnya jalan usaha tani, kemungkinan akan didorong untuk tahun Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026.

“Saya tidak berani menjanjikan pasti dapat, tapi semua aspirasi ini masuk catatan prioritas saya untuk diperjuangkan di dinas terkait,” pungkasnya. (adv)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?