TANJUNG SELOR – Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Bulungan ke-2 tahun 2025 secara resmi telah dimulai. Kegiatan ini menjadi ajang strategis dalam menjaring dan membina talenta muda Bulungan untuk persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltara 2026 di Malinau.
Bupati Bulungan, Syarwani, memberikan apresiasi atas kerja keras KONI Bulungan dan panitia penyelenggara yang telah berhasil menggerakkan partisipasi atlet dari seluruh kecamatan dan desa di wilayah tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada KONI dan panitia Porkab yang telah mengoordinasikan keikutsertaan atlet dari 10 kecamatan dan 74 desa. Rata-rata setiap kecamatan mengirim sekitar 100 atlet, totalnya ada sekitar 1.000 atlet yang siap berkompetisi,” ujarnya, Minggu (5/10).
Ia menekankan bahwa Porkab bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga merupakan sarana pembinaan dan pencarian bibit unggul untuk mengembangkan prestasi olahraga di Bulungan.
“Ini adalah wadah bagi anak muda Bulungan untuk unjuk kemampuan. Pemerintah daerah bersama DPRD berkomitmen menjadikan Porkab sebagai agenda rutin demi kesinambungan pembinaan atlet,” tegasnya.
Dari 15 cabang olahraga yang dipertandingkan, Syarwani melihat banyak atlet muda yang berpotensi mewakili Bulungan, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan, menurutnya, ada yang telah menunjukkan prestasi hingga level internasional.
“Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan sudah berada di jalur yang benar,” tambahnya.
Lebih jauh, Syarwani menyebut Porkab II ini menjadi tahap awal seleksi dan pembinaan menuju Porprov 2026. “Kita masih punya waktu di 2025 untuk melanjutkan pembinaan dan pemusatan latihan. Target kita jelas, Bulungan harus menjadi juara umum di Porprov 2026,” katanya.
Ia juga berharap Porkab menjadi ajang mempererat persatuan antar generasi muda. “Lebih dari sekadar medali, ajang ini juga menanamkan semangat sportivitas dan kebersamaan,” ungkapnya.
Ketua KONI Bulungan, Heru Rachmadi, menyatakan bahwa Porkab II adalah langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. “Ini bukan akhir, tapi awal dari proses panjang menuju Porprov, Pra-PON, dan PON. Pembinaan sejak dini sangat penting,” ucap Heru.
Ia menjelaskan bahwa KONI Bulungan telah menyiapkan program “Bulungan Unggul”, yang fokus pada pelatihan berkelanjutan bagi atlet untuk menghadapi berbagai kejuaraan besar, termasuk Porprov 2026 dan Pra-PON 2027.
“Lewat program ini, kita ingin memastikan atlet bisa tampil optimal di setiap level kompetisi,” jelasnya.
Heru juga mengungkapkan bahwa hasil evaluasi dari Porprov sebelumnya menjadi pelajaran penting. Salah satu penyebab kegagalan meraih juara umum adalah karena tidak mengikuti seluruh cabang olahraga.
“Kedepannya, semua cabor harus diikuti agar peluang meraih medali lebih besar,” katanya.
Ia pun mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam pengembangan olahraga. “Dengan komitmen kuat dari Bupati dan Pemda, kami semakin termotivasi untuk mencetak atlet-atlet terbaik menuju Porprov 2026,” tutupnya. (adm)





