Krisis Air Bersih di Biduk-Biduk, DPRD Berau Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami.

BERAU – Permasalahan air bersih kembali menjadi sorotan di Kabupaten Berau. Di Kecamatan Biduk-Biduk, salah satu destinasi wisata andalan daerah, warga hingga kini masih mengandalkan air payau bahkan asin untuk kebutuhan harian.

Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan mengingat wilayah tersebut setiap tahun dikunjungi ribuan wisatawan.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyatakan keprihatinannya dan mendesak Pemerintah Kabupaten Berau segera mengambil langkah konkret. Ia mengungkapkan, kondisi air di Biduk-Biduk tidak layak konsumsi dan telah lama dikeluhkan masyarakat.

Baca juga  DPRD Berau Desak Pengawasan Ketat Dapur MBG: Ini Menyangkut Kesehatan Masyarakat

“Kalau di Biduk-Biduk, saya melihat langsung bahwa memang airnya terasa asin,” ujarnya.

Menurut Sutami, meski warga setempat sudah terbiasa dengan kondisi tersebut, kualitas air yang buruk tetap berpotensi mengganggu kesehatan. Bahkan, situasi ini juga dapat menurunkan kenyamanan wisatawan yang datang ke kawasan pesisir tersebut.

Karena itu, ia meminta Pemkab segera merumuskan penanganan yang efektif dan terukur. “Kita berharap pemerintah dapat memberi solusi terkait air bersih ini,” tegasnya.

Baca juga  Grace Warastuty: Anggaran Terbatas, Kita Pilih yang Paling 'Urgent' saat Reses di Kota

Ia menuturkan, setiap kampung memiliki kondisi geografis berbeda, sehingga kebutuhannya pun tidak bisa disamaratakan. Ia mencontohkan Kampung Klendakan yang memiliki sumber air bersih jauh dari permukiman, sehingga membutuhkan pembangunan sumur serta alat pendukung penggalian.

Sementara itu, Biduk-Biduk menghadapi tantangan yang lebih kompleks karena posisinya berada di garis pantai. Sutami menilai diperlukan teknologi dan peralatan khusus untuk menemukan sumber air yang aman dan memenuhi standar kesehatan.

Baca juga  DPRD Dukung Bahasa Banua Masuk Mulok, Feri Kombong: Jangan Hanya Seremoni

“Karena Biduk-Biduk kawasan pantai, maka perlu didukung peralatan khusus agar airnya tidak seperti saat ini. Tinggal kita kaji di mana sumber air yang betul-betul aman,” pungkasnya.

Dengan masalah air bersih yang tak kunjung terselesaikan, DPRD menekankan pentingnya aksi cepat dari pemerintah daerah agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan kualitas layanan pariwisata tetap terjaga. (rn/adv)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?