Tak Hanya Dibangun, Waris: BLK Berau Melahirkan Tenaga Kerja Kompeten

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris.

BERAU – Meningkatnya investasi dan proyek pembangunan di Kabupaten Berau membuka peluang ekonomi yang besar.

Namun, DPRD mengingatkan bahwa peluang tersebut tidak akan maksimal tanpa kesiapan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan sesuai tuntutan industri.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menyoroti bahwa pertumbuhan industri di Berau belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kompetensi SDM lokal. Menurutnya, masih banyak anak muda Berau yang kesulitan bersaing karena keterampilan yang dimiliki belum memenuhi standar kebutuhan perusahaan.

Baca juga  DPRD Berau Dorong Pemerataan Energi: Program Light Up The Dream Terangi 234 Rumah Warga Kurang Mampu

“Investasi bertambah, pembangunan berjalan, tapi banyak pemuda kita yang belum mampu masuk ke dunia kerja. Persoalannya bukan hanya lowongan, tetapi kemampuan mereka yang belum siap,” jelasnya.

Waris menilai keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) merupakan langkah awal yang baik, namun ia menegaskan bahwa pembangunan BLK tidak boleh berhenti pada aspek fisik. Yang terpenting adalah memastikan pelatihan yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan sektor industri yang berkembang, seperti pertambangan, perikanan, pariwisata, hingga jasa modern.

Baca juga  DPRD Berau Soroti Ketepatan Sasaran Program CSR Perusahaan

“Kalau kurikulumnya tidak mengikuti kebutuhan pasar kerja, maka tidak akan ada perubahan signifikan. Anak daerah tetap kalah bersaing,” tegasnya.

Ia juga menekankan perlunya kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Menurut Waris, perusahaan harus dilibatkan sejak penyusunan kurikulum, pemilihan instruktur, hingga proses pelatihan agar standar kompetensi industri dapat dikuasai calon tenaga kerja lebih awal.

Baca juga  Waris Tegaskan BLK Harus Fokus Hasilkan Tenaga Kerja Siap Saing, Bukan Sekadar Bangunan

“Perusahaan harus ikut dari awal agar jelas skill apa yang dibutuhkan. Dengan begitu, lulusan BLK bisa langsung terserap,” ujarnya.

Lebih jauh, ia berharap pengembangan keterampilan melalui BLK menjadi strategi jangka panjang dalam mengurangi pengangguran serta menjamin manfaat investasi dapat dirasakan oleh masyarakat lokal.

“Jika pelatihan diarahkan dengan tepat, maka kualitas SDM lokal akan meningkat dan peluang kerja tidak lagi didominasi dari luar daerah,” tutupnya. (git/adv)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?