Labkesda Tarakan Optimakan Digitalisasi Layanan, Kini Capai 80 Persen

Digitalisasi Pemeriksaan di Labkesda Tarakan.

TARAKAN – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tarakan terus mengoptimalkan penerapan digitalisasi layanan laboratorium guna meningkatkan kecepatan dan akurasi pemeriksaan bagi masyarakat. Saat ini, digitalisasi yang diterapkan masih berfokus pada sistem internal laboratorium, khususnya pada proses pemeriksaan klinis.

Kepala Labkesda Tarakan, Sri Wahyuni, S.Si., mengatakan seluruh alat pemeriksaan klinis telah terintegrasi secara digital sehingga hasil pemeriksaan dapat langsung dihasilkan oleh alat tanpa melalui proses penulisan manual.

“Digitalisasi yang kami terapkan saat ini masih bersifat internal. Artinya, pemeriksaan dengan alat sudah menghasilkan output hasil pemeriksaan secara langsung sehingga tidak ada kemungkinan salah tulis tangan. Apa yang dikeluarkan oleh alat, itulah hasil yang kami berikan kepada pasien,” ujar Sri Wahyuni.

Ia menjelaskan, pengembangan digitalisasi untuk layanan kepada masyarakat, seperti aplikasi pendaftaran pasien, masih menjadi rencana ke depan. Saat ini, pihaknya memilih mengoptimalkan sistem informasi laboratorium yang telah tersedia.

Baca juga  Labkesda Tarakan Kantongi Akreditasi Paripurna, Komitmen Jaga Mutu Pelayanan

Menurut Sri, sistem tersebut memungkinkan proses pelayanan menjadi lebih cepat. Pasien yang menjalani pengambilan sampel darah pada pagi hari dapat memperoleh hasil pemeriksaan pada siang hari di hari yang sama.

“Hasil pemeriksaan bisa kami kirim melalui WhatsApp, bahkan juga bisa langsung kami kirimkan kepada dokter perujuk. Jadi siang, sore, atau malam harinya pasien sudah bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep atau tindak lanjut pengobatan. Fokus kami adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan,” katanya.

Ia menambahkan, percepatan penyampaian hasil pemeriksaan menjadi penting karena kondisi kesehatan pasien dapat berubah dari hari ke hari. Karena itu, hasil laboratorium diupayakan selesai pada hari yang sama agar dapat segera digunakan sebagai dasar penanganan medis.

“Pasien sakit hari ini, diperiksa darahnya hari ini, maka hasilnya juga seharusnya keluar hari ini. Jangan sampai hasilnya baru keluar keesokan harinya karena kondisi pasien bisa saja sudah berbeda,” jelasnya.

Sri mengungkapkan, secara keseluruhan digitalisasi di Labkesda Tarakan telah mencapai sekitar 80 persen. Untuk layanan pemeriksaan klinis, digitalisasi sudah diterapkan secara penuh atau mencapai 100 persen.

Baca juga  Labkesda Tarakan Gunakan Sistem Operasional Mandiri, Raih Penghargaan BLUD Terbaik di Lingkungan Pemkot Tarakan

Sementara itu, pada layanan pemeriksaan kesehatan lingkungan, tingkat digitalisasi baru mencapai sekitar 50 persen. Hal tersebut disebabkan masih adanya sejumlah pemeriksaan yang menggunakan metode manual.

“Untuk pemeriksaan kesehatan lingkungan belum semuanya digital karena tidak semua alat terkoneksi dengan komputer. Misalnya pada pemeriksaan mikrobiologi air masih menggunakan mikroskop dan membran filter, sehingga prosesnya masih manual meskipun tetap menggunakan alat. Namun, khusus untuk pemeriksaan darah, semuanya sudah full digitalisasi,” pungkasnya. (adv)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?