TARAKAN – Ruang untuk produk lokal dan kuliner disiapkan dalam konsep baru Pasar Batu di Kelurahan Sebengkok, Tarakan. Pengembangan fungsi tersebut diharapkan membuat kawasan pasar memiliki aktivitas ekonomi yang lebih beragam setelah pembangunan selesai.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, mengatakan pengembangan fungsi Pasar Batu perlu memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk mereka.
Menurutnya, pasar dapat dikembangkan menjadi tempat perdagangan sekaligus lokasi yang memperkenalkan produk khas daerah.
“Konsepnya ini pasar tradisional modern yang juga difungsikan sebagai pusat oleh-oleh Kota Tarakan. Selain menata pedagang agar lebih rapi di dalam gedung, kita berharap pasar ini bisa menjadi salah satu destinasi yang mendongkrak PAD,” ujar Randy.
Menurut Randy, pusat oleh-oleh dapat menjadi ruang pemasaran bagi makanan dan produk khas Tarakan. Penempatan produk dalam satu kawasan juga memudahkan masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah untuk mencari berbagai produk lokal.
“Produk-produk khas daerah bisa ditempatkan di sini, sehingga orang yang datang ke Tarakan juga punya tempat untuk mencari oleh-oleh. Jadi aktivitas pasar tidak hanya berkaitan dengan jual beli kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Pengembangan fungsi tersebut juga berkaitan dengan peluang bagi pelaku usaha kecil. Produk yang selama ini dipasarkan secara terbatas dapat memperoleh ruang penjualan yang lebih terpusat.
Randy menilai aktivitas kuliner dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan Pasar Batu. Keberadaan ruang perdagangan dan kuliner dalam satu lokasi dapat membuat aktivitas masyarakat di dalam pasar lebih beragam.
“Kalau ada perdagangan, kuliner dan produk khas daerah dalam satu kawasan, aktivitas ekonominya bisa lebih beragam. Pelaku usaha lokal juga memiliki ruang untuk menawarkan produknya kepada masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah,” ujarnya.
Selain pengembangan aktivitas ekonomi, penataan pedagang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari fungsi pasar. Pedagang yang selama ini berjualan di luar kawasan diharapkan nantinya dapat ditempatkan di dalam bangunan sesuai dengan ruang yang tersedia.
Randy menyebut, penataan tersebut perlu disiapkan sejak awal agar setelah bangunan selesai tidak muncul persoalan baru dalam pemanfaatannya. Data pedagang dan mekanisme penempatan perlu menjadi bagian dari persiapan pemerintah.
“Penempatan pedagang juga harus disiapkan dengan baik. Jangan sampai bangunannya selesai, tetapi persoalan siapa yang menempati dan bagaimana pengaturannya baru dibicarakan kemudian. Itu harus sudah dipersiapkan dari awal,” tegasnya.
Konsep tersebut sekaligus membuka peluang bagi Pasar Batu untuk terhubung dengan kegiatan ekonomi dan pariwisata di Tarakan. Produk lokal, kuliner, serta aktivitas perdagangan dapat ditempatkan dalam satu kawasan sehingga memiliki fungsi yang saling mendukung.
“Kalau dikelola dengan baik, keberadaan pasar ini bisa memberi manfaat yang lebih luas. Tidak hanya pedagang yang berjualan di dalamnya, tetapi juga pelaku usaha lokal yang memasok produk, usaha kuliner, sampai sektor pariwisata di Tarakan,” pungkas Randy. (adv)





