Bupati Malinau Cup 2026 jadi Panggung Pebiliar Kaltara

MALINAU – Persaingan pebiliar antarkabupaten/kota di Kalimantan Utara kembali tersaji dalam turnamen Bupati Malinau Cup (BMC) 2026. Ajang yang digelar di Kabupaten Malinau itu tidak hanya diikuti atlet tuan rumah, tetapi juga menjadi arena bagi pebiliar dari sejumlah daerah di Kaltara untuk menguji kemampuan.

Hasil turnamen kali ini menempatkan atlet asal Kabupaten Bulungan sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati pebiliar asal Malinau, sementara atlet dari Tarakan berada di peringkat ketiga.

Bupati Malinau Wempi W Mawa mengatakan, Bupati Malinau Cup yang diagendakan setiap tahun telah mendapat respons positif dari para atlet di Kalimantan Utara. Menurutnya, turnamen tersebut mulai memiliki tempat tersendiri bagi para atlet biliar di daerah.

Baca juga  Terkait Tenaga Kerja Lokal di KIK, Bupati Dico Terus Upayakan Masyarakat Kendal Siap Bersaing

“Saya mengapresiasi terhadap cabor-cabor yang sudah menyelenggarakan kegiatan BMC (Bupati Malinau Cup) ini yang berkolaborasi dengan KONI Malinau,” terang Wempi, Minggu (16/8/2026).

Wempi mengatakan, penyelenggaraan turnamen olahraga menjadi salah satu ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus mempertemukan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltara.

Menurutnya, sejumlah fasilitas olahraga di Malinau juga mulai terpenuhi. Keberadaan fasilitas tersebut memberikan ruang bagi para atlet untuk menjalankan latihan dan meningkatkan kemampuan masing-masing cabang olahraga.

“Segala kegiatan yang terlaksana sudah sesuai ekspektasi pemerintah daerah. Pemerintah daerah hanya memberikan ruang bagi para atlet,” ujarnya.

Baca juga  Sespimma Angkatan 74 Kolaborasi dengan Polres Batu, Bahas Solusi Macet dan Kamtibmas

Wempi menegaskan, pemerintah daerah memberikan ruang kepada masing-masing cabang olahraga untuk mengembangkan kegiatan dan programnya. Dukungan tersebut kemudian diarahkan melalui penyediaan fasilitas olahraga sesuai kebutuhan.

“Saya sebagai kepala daerah memberi ruang bagi cabor, sehingga perlu kita dukung,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terlebih dahulu mendorong pembentukan cabang olahraga melalui organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Setelah organisasi dan program kerja tersusun, dukungan terhadap kebutuhan fasilitas olahraga dapat diberikan secara bertahap.

“Kita mendorong cabor untuk dibentuk dulu melalui organisasinya (KONI). Dengan menyusun sejumlah program kerja, lalu kita dukung melalui melengkapi fasilitasi olahraga,” terangnya.

Dalam Bupati Malinau Cup tahun ini, persaingan antaratlet juga menunjukkan keterlibatan sejumlah daerah di Kaltara. Atlet Bulungan berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul atlet tuan rumah Malinau di posisi kedua. Sementara pebiliar asal Tarakan menempati posisi ketiga.

Baca juga  Satgas Saber Awasi Harga dan Keamanan Pangan di Pasar Gusher Tarakan, Jelang Ramadhan

Wempi menyebut hasil tersebut menunjukkan turnamen BMC menjadi ruang pertemuan bagi atlet Malinau dengan atlet dari kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Utara.

“Turnament ini menjadi ruang bagi atlet asal Malinau maupun kabupaten/kota lainnya,” ujarnya.

Bupati Malinau Cup sendiri diagendakan berlangsung setiap tahun. Penyelenggaraan yang melibatkan cabang olahraga bersama KONI Malinau tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan olahraga yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah di Kalimantan Utara.

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?