TARAKAN – Pengendalian HIV/AIDS di Tarakan membutuhkan penguatan dari sisi edukasi hingga pemeriksaan dini. DPRD Kaltara mendorong pemerintah memperjelas langkah pencegahan melalui sosialisasi, regulasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, mengatakan langkah tersebut diperlukan agar perkembangan HIV/AIDS di Tarakan dapat ditekan. Penanganan menurutnya perlu dibarengi upaya antisipasi sehingga persoalan tidak semakin meluas.
“Penekanannya lebih kepada HIV/AIDS, bagaimana penanganannya, kemudian antisipasinya. Karena kita berbicara khusus di Tarakan, perkembangan ini bagaimana bisa kita tahan dan kita cegah. Jadi memang lebih kepada upaya seperti itu,” kata Syamsuddin.
Ia menilai pemeriksaan sejak dini perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan. Kondisi seseorang dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan maupun langkah pencegahan penularan dapat segera dilakukan.
“Deteksi sejak dini itu perlu diperkuat. Kalau sudah diketahui lebih awal, tentu penanganannya bisa segera dilakukan. Jadi lebih baik kita mencegah daripada menunggu sampai persoalannya berkembang baru kemudian mengobati,” ujarnya.
Selain pemeriksaan, sosialisasi dinilai perlu diperkuat agar informasi mengenai HIV/AIDS dapat diterima masyarakat secara tepat. Syamsuddin juga menilai penerapan regulasi dan pendekatan personal tetap diperlukan sebagai bagian dari upaya pencegahan.
“Sosialisasinya harus kuat, regulasinya harus ditampakkan, kemudian pendekatan personal juga harus dijalankan. Itu bagian yang perlu diperkuat bersamaan dengan deteksi dini,” tuturnya.
Mengenai dukungan anggaran, Syamsuddin menyebut keterbatasan fiskal tidak berarti kebutuhan yang bersifat prioritas tidak dapat diperjuangkan. Pembahasan mengenai dukungan anggaran tetap akan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penanganan HIV/AIDS.
“Anggaran itu tetap akan kita diskusikan. Kalau sesuatu memang prioritas, walaupun kondisi anggaran sedang berat, tetap ada ruang untuk mendapatkan dukungan. Selama kita anggap itu prioritas, tentu bisa kita perjuangkan,” pungkasnya. (adv)





