TARAKAN – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di daerah Timbunan, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah, diklaim mengalami penurunan signifikan oleh Polda Kalimantan Utara (Kaltara).
Kapolda Kaltara Irjen Pol Hary Sudwijanto menyatakan, perubahan ini adalah buah dari kesadaran kolektif masyarakat yang ingin berubah, didukung oleh berbagai pihak.
“Syukur Alhamdulillah, berangkat dari kebersamaan dan yang terutama adalah muncul kesadaran kolektif dari bawah untuk mau berubah. Itu kunci utama dari perubahan yang bisa kita lihat hari ini,” ujarnya usai melakukan deklarasi Kampung Tematik Warna-Warni, Senin (28/7).
Ia mengenang kondisi Selumit Pantai delapan hingga sembilan bulan lalu yang sempat masuk kategori zona merah narkotika menurut data BNNP Kaltara.
Saat ini, berkat kesadaran kolektif dari masyarakat yang didukung oleh TNI, Polri, unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, Selumit Pantai berhasil keluar dari predikat tersebut.
Pembangunan infrastruktur pendukung keamanan juga telah dilakukan di wilayah tersebut.
“Kami berharap Selumit Pantai kini benar-benar terbebas dari narkoba, sehingga dapat menyelamatkan generasi yang hilang yang sebelumnya tidak bersekolah dan terpapar lingkungan yang tidak sehat. Mereka bangun tidur melihat orang berantem, orang jual narkoba. Ini suasana yang tidak baik dan tidak sehat buat anak-anak,” jelasmua.
Kini, Selumit Pantai diharapkan menjadi ramah anak, ramah lingkungan dan agamis. Musala dan masjid mulai dipenuhi anak-anak yang belajar agama, didampingi orang tua, menunjukkan langkah perubahan yang luar biasa.
Berdasarkan data yang ada, beberapa bulan terakhir sudah tidak ditemukan lagi transaksi narkotika di Selumit Pantai. Meskipun sempat ada satu atau dua peristiwa beberapa bulan lalu, dalam tiga hingga empat bulan terakhir, wilayah ini bersih dari aktivitas tersebut.
“Dulu enggak usah dirazia, masuk sini pasti ketemu (pengedar). Tapi sekarang dengan adanya pos polisi, terus juga rekan-rekan patroli juga mampir ke sini, ya semuanya bisa kita kendalikan,” jelasnya.
Program kampung tematik akan terus dilanjutkan dengan dukungan dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan beberapa pengusaha. Komitmen dari Kapolres dan Wali Kota Tarakan juga menjadi kunci keberhasilan ini.
Kapolda pun meminta dukungan dari rekan-rekan media untuk terus menyuarakan keberhasilan ini agar Selumit Pantai benar-benar bebas dari narkoba. Meskipun penegakan hukum akan tetap dilakukan, Polda Kaltara lebih mengutamakan pencegahan dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat.
“Lebih baik kita mencegah daripada kita melakukan penegakan hukum. Diharapkan setiap individu menjadi polisi bagi dirinya sendiri untuk tidak menjadi korban maupun pelaku narkoba,” pesannya.(adm)





