TANJUNG SELOR – Aksi begal di sejumlah jalur penghubung wilayah Sekatak, praktik sabung ayam, hingga peredaran narkoba menjadi persoalan keamanan yang masih perlu mendapat perhatian di Kalimantan Utara.
DPRD Kaltara meminta penanganan terhadap sejumlah gangguan tersebut tidak berhenti pada tindakan setelah kejadian, tetapi diperkuat melalui pengawasan di titik-titik yang rawan.
Ketua Komisi I DPRD Kaltara, Alimuddin, ST., mengatakan kondisi keamanan di wilayah Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung (KTT) perlu mendapat penanganan yang terukur.
“Kalau jalur-jalur yang biasa dilewati masyarakat mulai dianggap rawan, tentu ini harus segera ditangani. Masyarakat tidak boleh merasa takut ketika harus bepergian, apalagi untuk bekerja atau memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Alimuddin.
Selain kejahatan jalanan, Alimuddin menyoroti praktik sabung ayam yang masih ditemukan di tengah masyarakat.
Menurut dia, aktivitas tersebut perlu ditindak apabila telah mengarah pada perjudian maupun menimbulkan gangguan ketertiban di lingkungan sekitar.
“Sabung ayam juga jangan dianggap sebagai persoalan kecil. Ketika sudah disertai perjudian dan aktivitas lain yang mengganggu ketertiban, tentu aparat harus mengambil tindakan. Jangan sampai kegiatan seperti ini berkembang karena dianggap dibiarkan,” katanya.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah peredaran narkoba. Alimuddin menyebut pemberantasan narkotika membutuhkan pengawasan yang berkelanjutan karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan pelaku, tetapi juga lingkungan masyarakat yang menjadi sasaran peredaran.
“Narkoba harus menjadi perhatian serius. Jangan hanya menangkap ketika barangnya sudah beredar, tetapi jalur masuk dan peredarannya juga harus terus dipantau. Ini menyangkut masyarakat kita, terutama generasi muda,” ujarnya.
Alimuddin meminta penanganan terhadap ketiga persoalan tersebut dilakukan secara konsisten. Menurutnya, tindakan yang tidak berkelanjutan berpotensi membuat gangguan keamanan kembali muncul setelah situasi sempat mereda.
“Jangan sampai setelah ada kejadian baru bergerak, kemudian ketika sudah reda pengawasannya kembali longgar. Persoalan seperti begal, perjudian dan narkoba membutuhkan pengawasan yang terus berjalan supaya masyarakat benar-benar merasakan kondisi yang aman,” pungkasnya. (adv)





