KSOP Tarakan Siapkan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026, Penumpang Diprediksi Naik 25 Persen

TARAKAN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tarakan memastikan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 guna menjamin kelancaran serta keselamatan arus mudik melalui jalur laut.Kesiapan tersebut ditandai dengan pembentukan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 yang mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026 di wilayah pelabuhan di Kota Tarakan.

Kepala KSOP Kelas II Tarakan, Stanislaus W. Wetik, mengatakan penyelenggaraan posko dilakukan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Menteri Perhubungan dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut terkait kesiapan angkutan laut selama periode Lebaran.

“Posko ini bertujuan memastikan seluruh layanan transportasi laut selama masa mudik berjalan aman, tertib, dan lancar, dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Baca juga  Jembatan Sungai Nyelung Dibangun Tahun Ini, Pemkab Anggarkan Rp 15 Miliar

Dalam pelaksanaannya, posko melibatkan berbagai unsur lintas instansi, mulai dari TNI/Polri, instansi vertikal, pemerintah daerah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, hingga insan maritim lainnya.

Sejumlah langkah persiapan juga telah dilakukan, salah satunya melalui kegiatan ramp check atau uji kelaiklautan kapal yang dilaksanakan sejak 22 Januari hingga 27 Februari 2026.Dari hasil pemeriksaan tersebut, KSOP Tarakan telah melakukan pengecekan terhadap 24 kapal yang terdiri dari 3 kapal ferry penyeberangan, 1 kapal penumpang luar negeri, dan 19 kapal penumpang tradisional atau speed boat.

“Ramp check dilakukan untuk memastikan seluruh kapal yang akan melayani masyarakat selama angkutan Lebaran benar-benar memenuhi standar keselamatan dan laik beroperasi,” kata Stanislaus.

Baca juga  KNPI Bulungan Gelar Diskusi Road Map MBG, Soroti Implementasi Program Makan Bergizi di Wilayah Perbatasan

Selain ramp check, KSOP juga melaksanakan patroli keselamatan pelayaran secara rutin serta rapat koordinasi lintas instansi pada 10 Maret 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan Apel Kesiapan Posko Angkutan Laut Lebaran pada 13 Maret 2026.

Dalam masa pemantauan tersebut, terdapat tiga pelabuhan utama yang menjadi fokus pengawasan, yakni Pelabuhan Malundung Tarakan, Pelabuhan Penyeberangan Ferry Juata, dan Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.

Berdasarkan perkiraan sementara, jumlah penumpang pada masa angkutan laut Lebaran tahun ini diproyeksikan mencapai 26.166 orang atau meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Untuk melayani mobilitas tersebut, telah disiapkan armada yang terdiri dari 2 kapal pelayaran nasional, 4 kapal perintis, 2 kapal pelayaran luar negeri, 3 kapal ferry penyeberangan, serta 52 kapal tradisional yang melayani rute dari dan menuju Tarakan.

Baca juga  Rahmawati Soroti Akses KUR dan Pendampingan UMKM di Perbatasan

Selain itu, sebanyak 9 kapal negara juga disiagakan guna mendukung pengawasan dan penanganan keadaan darurat di perairan Tarakan.Armada tersebut terdiri dari 4 kapal milik KSOP Tarakan, 4 kapal Distrik Navigasi Tarakan, serta 1 kapal milik Basarnas.

“Dengan berbagai persiapan ini, kami berharap masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik melalui jalur laut dengan aman, nyaman, dan lancar,” tutup Stanislaus.

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?