Rombong UMKM di Taman Berlabuh Diduga Dibobol Maling

Rombong UMKM di Taman Berlabuh Kota Tarakan.

TARAKAN – Warga Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur, dihebohkan oleh aksi pembobolan yang menyasar sejumlah booth pedagang kuliner di kawasan Taman Berlabuh, Kamis (8/1).

Sedikitnya enam rombong pedagang menjadi sasaran, namun hingga kini baru tiga korban yang melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Salah satu korban, Ifransyah mengungkapkan, bahwa total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp400 ribu jika digabungkan dari seluruh rombong yang dibobol. Menurutnya, enam rombong dibuka paksa oleh pelaku, sementara dua rombong lainnya diduga belum sempat dibobol.

“Enam rombong semuanya terbongkar. Dua lagi kayaknya belum sempat, tapi sudah mulai mau dibobol,” ujar Ifransyah.

Baca juga  Polres Tarakan Matangkan Cipta Kondisi Jelang Ramadan

Ia memperkirakan aksi pencurian terjadi pada waktu subuh. Pasalnya, rekaman kamera pengawas masih menunjukkan kondisi aman hingga sekitar pukul 01.00 WITA. Namun, pelaku diduga merusak sistem pengawasan dengan mencabut kamera CCTV dan membuang kartu memorinya.

“Memorinya diambil, CCTV-nya ditinggal tapi direndam. Dari beberapa rombong, cuma satu CCTV yang diambil memorinya,” jelasnya.

Selain uang tunai, pelaku juga menggasak sejumlah barang dagangan milik pedagang, seperti tabung gas, telur, buah-buahan hingga bubuk-bubuk bahan jualan. Seluruh barang tersebut diambil dari enam rombong yang berhasil dimasuki pelaku.

Berdasarkan hasil sementara, pelaku diduga masuk melalui bagian belakang rombong dengan cara membuka baut seng penutup. Material rombong yang terbuat dari asbes diduga memudahkan pelaku untuk membongkar menggunakan obeng.

Baca juga  Mantan Karyawan Pakan Hewan di Jalan Kusuma Bangsa Ditangkap Polisi

“Kayaknya pakai obeng, seng-sengnya dibuka dari belakang,” kata pria yang biasa disapa Ipe.

Peristiwa ini langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Namun, proses pelaporan sempat tertunda karena korban baru mengetahui prosedur pelaporan setelah kejadian ramai dibagikan di media sosial.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Tarakan, IPDA Eko Susilo, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Dari enam korban, baru tiga orang yang secara resmi melapor ke Polres Tarakan.

Baca juga  Dua Kurir Sabu Diringkus Ditpolairud Polda Kaltara

“Untuk sementara laporan yang masuk ada tiga. Kami bersama tim sudah turun ke lokasi dan melakukan olah TKP,” ujarnya.

IPDA Eko menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah pelaku merupakan pelaku musiman atau bagian dari jaringan tertentu. Polisi juga masih mendata barang-barang yang hilang, mengingat setiap rombong mengalami kerugian yang berbeda-beda.

“Hasil olah TKP sementara, modus pelaku dengan cara merusak gembok dan bagian rombong. Terkait CCTV, kami akan cek kemungkinan rekaman dari sekitar lokasi kejadian,” jelas IPDA Eko.(adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?