DPRD Berau Soroti Masalah Sampah di Tengah Gencarnya Promosi Wisata Daerah

Sekretaris Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo.

BERAU – Kabupaten Berau selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi wisata terbesar di Kalimantan Timur.

Keindahan laut Derawan, pesona Pulau Maratua, hingga panorama alam hutan tropis menjadikan Bumi Batiwakkal kerap disebut sebagai surga wisata Kaltim. Namun, di balik pesona itu, masih tersisa persoalan klasik yang hingga kini belum tertangani secara optimal yakni pengelolaan sampah.

Sekretaris Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo, menyoroti persoalan tersebut dengan tegas. Ia menyebut bahwa persoalan sampah, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Tanjung Redeb, berpotensi menghambat citra Berau sebagai destinasi wisata unggulan.

Baca juga  Gideon Andris Apresiasi Sertifikasi Pemandu Wisata: Kualitas SDM Pariwisata Berau Harus Naik Kelas

“Berau terus digadang-gadang sebagai kota wisata, bahkan sudah menjadi andalan Kaltim di sektor pariwisata. Tapi fakta di lapangan, masih ada daerah-daerah yang bermasalah dengan penanganan sampah, contohnya di Tanjung Redeb,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Menurut Sujarwo, keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kualitas lingkungan dan kebersihan daerah.

Ia menilai, jika persoalan sampah tidak segera ditangani dengan serius, maka promosi wisata Berau akan kehilangan daya tariknya di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca juga  Tak Hanya Dibangun, Waris: BLK Berau Melahirkan Tenaga Kerja Kompeten

“Wisata itu tidak cukup hanya dengan keindahan alam. Kebersihan dan kenyamanan lingkungan adalah faktor utama yang membentuk kesan pertama bagi wisatawan. Kalau jalan-jalan di kota masih dipenuhi sampah, bagaimana kita bisa disebut kota wisata?” tegasnya.

Politisi yang dikenal vokal dalam isu lingkungan itu menilai, pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret dan sistematis dalam mengatasi persoalan tersebut.

Mulai dari memperkuat sistem pengelolaan sampah, menambah armada angkutan, hingga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan pengelolaan limbah rumah tangga.

“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Harus ada perubahan perilaku dari masyarakat. Pemerintah juga perlu memperluas fasilitas pengelolaan sampah yang terintegrasi di tingkat kecamatan,” tambahnya.

Baca juga  DPRD Berau Desak Pembinaan Atlet Diperkuat Jelang Porprov Kaltim 2026

Sujarwo menilai, keberlanjutan sektor pariwisata sangat bergantung pada kesadaran kolektif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Ia menegaskan, DPRD akan terus mendorong agar pengelolaan lingkungan masuk dalam prioritas pembangunan daerah, seiring dengan pengembangan sektor wisata.

“Kalau Berau ingin menjadi destinasi unggulan Kaltim, kita harus mulai dari hal paling mendasar: kebersihan. Ini bukan sekadar soal estetika, tapi juga soal kesehatan dan citra daerah di mata publik,” pungkasnya. (rn/adv)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?