BERAU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, dan sehat melalui program Kabupaten Kota Sehat (KKS).
Dorongan ini disampaikan seiring dengan dilakukannya proses verifikasi lapangan oleh tim provinsi sebagai bagian dari penilaian menuju penghargaan Swasti Saba, penghargaan nasional bergengsi bagi daerah yang berhasil menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang sehat dan berkelanjutan.
Anggota DPRD Berau, Feri Kombong, mengatakan bahwa partisipasi dalam penilaian Kabupaten Kota Sehat bukan semata untuk mengejar predikat atau penghargaan, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas hidup masyarakat Berau.
“Penilaian ini seharusnya menjadi motivasi bagi kita semua untuk berbenah. Tidak hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan sehat,” ujarnya.\
Feri menilai, penghargaan Swasti Saba hanyalah hasil akhir dari kerja panjang berbagai pihak. Yang jauh lebih penting, katanya, adalah memastikan bahwa program-program peningkatan kesehatan lingkungan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kalau kita hanya mengejar predikat tanpa perubahan nyata di lapangan, itu akan sia-sia. Yang paling utama adalah terciptanya lingkungan yang bersih, tertata, dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam proses penilaian kali ini, tim verifikasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah meninjau tiga lokasi utama, yakni SDN 002 Tanjung Redeb, Kelurahan Gayam Kecamatan Tanjung Redeb, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau. Ketiga lokasi tersebut dinilai sebagai representasi sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam penerapan prinsip Kabupaten Sehat.
Menurut Feri, pelibatan lintas sektor ini menjadi bukti bahwa konsep Kabupaten Sehat tidak hanya terbatas pada aspek kebersihan atau kesehatan fisik, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, kesiapsiagaan bencana, hingga pola hidup masyarakat yang berwawasan lingkungan.
“Untuk mencapai predikat Kabupaten Sehat, tidak cukup hanya memperindah taman atau memperbaiki drainase. Tapi bagaimana seluruh komponen masyarakat ikut aktif menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan,” jelasnya.
Politisi yang dikenal aktif di bidang sosial kemasyarakatan itu juga menekankan pentingnya peran kelurahan dan kampung dalam membangun kesadaran warga. Ia menyebut, keberhasilan program KKS akan bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Pemkab Berau harus terus menggandeng pemerintah kampung, sekolah, dan komunitas lokal untuk menanamkan pola hidup bersih sejak dini. Karena masyarakat adalah ujung tombak perubahan,” tambahnya.
Feri pun berharap, melalui kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, Berau tidak hanya mampu meraih penghargaan Swasti Saba, tetapi juga benar-benar menjadi daerah yang sehat, nyaman, dan layak huni.
“Penghargaan itu bonus. Yang terpenting, masyarakat merasakan manfaat dari perubahan yang kita lakukan bersama,” pungkasnya. (rn/adv)





