BERAU – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, kembali menyuarakan urgensi pelestarian budaya daerah, menekankan bahwa tanggung jawab ini bukan hanya milik pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. Tanpa keterlibatan aktif, warisan budaya terancam punah di tengah gempuran modernisasi.
Dedy menegaskan, keberhasilan pelestarian budaya lokal sangat ditentukan oleh kepedulian masyarakat terhadap nilai dan tradisi leluhur. Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci, karena program pemerintah tidak akan efektif tanpa dukungan penuh.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kesadaran dan partisipasi masyarakat adalah fondasi utama pelestarian budaya,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Berau telah berupaya melestarikan kearifan lokal melalui dukungan kegiatan budaya dan pemberian ruang bagi komunitas adat serta pelaku seni. Namun, Dedy mengingatkan bahwa dukungan ini hanya akan efektif jika masyarakat turut serta menjaga dan mewariskan tradisi.
“Di tengah arus budaya modern yang deras, budaya lokal harus tetap menjadi identitas kita. Jangan sampai identitas ini hilang,” ujarnya dengan nada prihatin.
Dedy juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Sinergi yang kuat adalah kunci untuk memastikan upaya pelestarian budaya berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Sinergi adalah kunci utama. Pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung agar budaya kita tetap hidup dan relevan,” tambahnya.
Politisi NasDem ini juga mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam merawat dan memperkenalkan budaya Berau. Generasi muda adalah penerus yang akan menentukan nasib kebudayaan daerah di masa depan.
“Mengikuti perkembangan zaman adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai kita melupakan akar budaya kita. Budaya adalah identitas yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” pungkasnya dengan penuh harap. (rn/adv)





