BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau yang kembali menyelenggarakan sertifikasi profesi bagi pemandu wisata.
Program yang diikuti 30 peserta dari 13 kecamatan ini dinilai sebagai upaya nyata dalam meningkatkan profesionalisme sektor pariwisata di Bumi Batiwakkal.
Gideon menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pemandu wisata merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) pariwisata daerah.
Dengan banyaknya objek wisata unggulan di Berau, mulai dari wisata bahari hingga ekowisata, keberadaan pemandu yang kompeten menjadi kebutuhan mutlak.
“Kami di DPRD mendukung penuh kegiatan seperti ini. Sertifikasi adalah indikator penting profesionalisme. Pemandu wisata tidak cukup hanya bermodalkan pengalaman, tetapi juga harus memiliki pengakuan resmi dan standar kompetensi nasional,” ujarnya.
Ia menilai langkah Disbudpar menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari Makassar merupakan keputusan strategis untuk memastikan proses sertifikasi berjalan kredibel dan sesuai standar nasional. Namun, Gideon mengingatkan agar pemerataan pelatihan tidak hanya terpusat di perkotaan.
“Jangan hanya fokus di kawasan kota. Potensi wisata terbesar justru ada di daerah pesisir dan kepulauan. Pemandu di Maratua, Biduk-Biduk, dan wilayah sekitarnya juga perlu difasilitasi agar mampu bersaing dan memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” tegasnya.
Gideon menekankan bahwa kualitas pelayanan wisata harus terus mengikuti pertumbuhan kunjungan wisatawan setiap tahunnya. Karena itu, kegiatan sertifikasi tidak boleh berhenti sebagai agenda formal, melainkan harus disertai pembinaan dan pendampingan jangka panjang bagi pemandu yang sudah tersertifikasi.
Ia berharap, melalui program yang berkelanjutan, Berau mampu mencetak pemandu wisata yang profesional, informatif, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Jika SDM kita kuat, maka pariwisata Berau akan naik kelas dan mampu bersaing dengan destinasi-destinasi besar lainnya di Indonesia,” tutupnya. (rn/adv)





