Agus Uriansyah Dicecar Soal Jalan Tani hingga Isu Tenaga Kerja Lokal saat Reses di Merancang Ulu

BERAU – Persoalan infrastruktur pertanian hingga ketimpangan penyerapan tenaga kerja menjadi menu utama dalam agenda reses Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah. Bertatap muka dengan warga RT 03 Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur, Rabu (3/12).

Dalam sesi dialog, warga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menuntut perbaikan fasilitas publik. Salah satu yang paling mendesak adalah peningkatan badan jalan usaha tani sepanjang 300 meter yang kini kondisinya butuh sentuhan perbaikan.

“Ada 300 meter jalan usaha tani yang butuh ditingkatkan. Selain itu, lampu penerangan jalan di gang-gang juga sangat dibutuhkan karena masih gelap,” ujar salah satu warga dalam forum tersebut.

Baca juga  Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi: Semangat Pahlawan Harus Hidup di Setiap Langkah Pembangunan

Tak hanya fisik, aspirasi sosial pun mencuat. Ibu-ibu majelis taklim meminta bantuan peralatan kegiatan kerohanian. Sementara dari kalangan pemuda, isu sensitif mengenai minimnya penyerapan tenaga kerja lokal oleh perusahaan di sekitar wilayah tersebut turut disuarakan lantaran dinilai masih timpang.

Menanggapi rentetan permintaan tersebut, Agus Uriansyah memastikan seluruh aspirasi telah dicatat dan akan dikawal hingga ke meja pembahasan anggaran. Menurutnya, masukan langsung dari warga seperti ini justru memudahkannya dalam memetakan prioritas pembangunan yang tepat sasaran.

Baca juga  Jelang Akhir Tahun, Rudi Ingatkan Pemkab Perkuat Penanganan Sampah di Derawan dan Maratua

“Pasti ini akan kami kawal. Informasi riil dari lapangan ini yang menjadi dasar saya berjuang di DPRD,” tegas politisi muda tersebut.

Di sisi lain, Agus juga menawarkan solusi jangka panjang untuk mendongkrak ekonomi kampung sekaligus mengurangi angka pengangguran. Ia melihat Merancang Ulu memiliki potensi wisata alam yang belum tergarap maksimal.

Baca juga  Kaltara Usulkan 1.468 Formasi CASN 2024, Prioritaskan Honorer dan Tenaga Kontrak

Oleh karena itu, ia mendorong warga segera membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Baginya, sektor pariwisata adalah kunci untuk menciptakan lapangan kerja baru secara mandiri.

“Saya berpesan, karena kampung ini punya potensi wisata, sebaiknya segera bentuk Pokdarwis. Ini bisa jadi wadah ekonomi baru bagi masyarakat, jadi tidak melulu bergantung pada lowongan perusahaan,” pungkasnya. (adv)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?