4 Ribu Peserta Meriahkan Pawai Budaya Iraw Tengkayu 2026

TARAKAN – Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan, Drs. M. Zainuddin Masud AH, mengungkapkan jumlah peserta dalam salah satu rangkaian kegiatan Iraw Tengkayu 2026 mencapai sekitar 4.419 peserta. Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat dinilai tetap tinggi.

Menurut Zainuddin, penurunan jumlah peserta dipengaruhi oleh pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan masa libur sekolah. “Berdasarkan data yang kami miliki, jumlah peserta sekitar 4.419 orang. Tahun ini memang bertepatan dengan libur sekolah sehingga jumlah peserta mengalami penurunan,” ujarnya.

Peserta tersebut terbagi dalam beberapa kategori, yakni pejalan kaki, kendaraan hias roda empat, dan sepeda hias. Tercatat sebanyak 63 kendaraan hias roda empat dan 31 sepeda hias turut memeriahkan kegiatan tersebut. Selain itu, berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, paguyuban, organisasi kemasyarakatan, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga unsur TNI ikut ambil bagian.

Baca juga  Labkesda Tarakan Gunakan Sistem Operasional Mandiri, Raih Penghargaan BLUD Terbaik di Lingkungan Pemkot Tarakan

Meski jumlah peserta menurun, kreativitas peserta serta semangat masyarakat untuk memeriahkan Iraw Tengkayu tetap terlihat. Zainuddin menilai tingginya partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

Rute kegiatan dibagi berdasarkan kategori peserta. Peserta jalan kaki, sepeda hias, dan kendaraan hias menempuh lintasan yang berbeda sebelum akhirnya kembali menuju kawasan Kota Tarakan sebagai titik akhir rangkaian kegiatan.

Zainuddin menjelaskan, tahun ini merupakan kali kelima Iraw Tengkayu masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN). Keikutsertaan dalam program nasional tersebut akan kembali dievaluasi oleh tim kurator Kementerian Pariwisata berdasarkan sejumlah indikator, termasuk dampaknya terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Baca juga  Wali Kota Tarakan dan Wakil Hadir di Rakornas Bersama Presiden Prabowo Subianto

Ia berharap Iraw Tengkayu dapat kembali lolos kurasi sehingga tetap menjadi bagian dari kalender event nasional pada tahun mendatang.

Menurutnya, penyelenggaraan Iraw Tengkayu tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung diyakini mampu meningkatkan transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong tingkat hunian hotel, kunjungan ke restoran, hingga lama tinggal wisatawan di Tarakan.

“Kalau ada sekitar 4.000 peserta, misalnya setiap orang membelanjakan Rp10 ribu saja untuk membeli minuman, itu sudah memberikan dampak langsung bagi UMKM. Belum lagi pengunjung dari luar daerah yang menginap di hotel dan berbelanja selama berada di Tarakan,” jelasnya.

Baca juga  Pemkot Tarakan Raih WTP atas LKPD 2025

Rangkaian Iraw Tengkayu masih akan berlanjut dengan sejumlah agenda budaya. Pada hari berikutnya dijadwalkan berlangsung Parade Budaya Nusantara mulai pukul 10.00 Wita. Sebelum prosesi utama, akan ditampilkan tarian kolosal yang melibatkan sekitar 150 penari tingkat SMA se-Kota Tarakan.

Pemerintah Kota Tarakan juga mengundang kepala daerah dari kabupaten dan kota di Kalimantan Utara untuk menghadiri kegiatan tersebut. Sementara pada malam harinya, rangkaian acara akan dipusatkan di kawasan Taman Berkampung.

Untuk puncak pelaksanaan, panitia menargetkan sedikitnya 10.000 pengunjung hadir memadati lokasi kegiatan. Target tersebut diharapkan dapat tercapai, bahkan melampaui perkiraan, seiring masih berlangsungnya rangkaian agenda Iraw Tengkayu. (adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?