TARAKAN — Bagi seorang atlet panahan, kunci utama untuk membidik tepat di titik hitam sasaran adalah ketenangan, fokus, dan nyali untuk melepaskan busur pada momen yang paling tepat. Prinsip itulah yang tampaknya dipegang teguh oleh Indra Zakwan Pribadi.
Pemuda kelahiran Tarakan ini tidak hanya mahir membidik sasaran papan tembak bersama Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Tarakan, tetapi ia juga baru saja melepaskan “anak panah” paling penting dalam hidupnya: melompati alur waktu normal demi memeluk cita-cita sebagai Perwira TNI Angkatan Darat.
Menerobos Waktu di Magelang
Perjalanan Indra bukan cerita biasa. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 1 Tarakan dan alumni SD Utama 2 Tarakan, langkah kakinya membawanya jauh ke Pulau Jawa, menembus kawah candradimuka SMA Taruna Nusantara Magelang (Angkatan TN 35). Di sekolah yang dikenal mencetak calon-calon pemimpin bangsa itu, Indra ditempa dalam disiplin besi, persaingan ketat, dan ketahanan fisik-mental yang ekstrem.Namun, kejutan besar datang lebih cepat dari perkiraan.
Di saat rekan-rekan seangkatannya masih bersiap menghadapi bangku kelas 3 SMA, Indra justru mendapatkan kesempatan langka: jalur akselerasi Akademi TNI 2026. Kesempatan emas ini tidak dibagikan gratis. Jalur ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang dinilai memiliki potensi kecerdasan, integritas, dan kesiapan fisik di atas rata-rata.
Indra tak menyia-nyiakannya. Ia mengambil tantangan itu, melipat waktu, dan langsung terjun ke medan seleksi pusat yang terkenal sangat ketat dan menguras stamina.
Buah Didikan di Garis Perbatasan
“Di balik ketangguhan seorang anak, ada teladan dan doa orang tua yang tak pernah putus dipanjatkan.”
Keberhasilan Indra menembus Matra Darat (TNI AD) tentu tidak jatuh begitu saja dari langit. Di balik sosoknya yang tangguh, ada sentuhan dingin sang ayah, Sertu Yanuar Pribadi, seorang prajurit TNI yang sehari-hari berdinas di Kodim 0907/Tarakan.
Sebagai anak seorang Bintara, Indra tumbuh dengan napas disiplin dan nilai-nilai perjuangan sejak kecil. Sang ayah menanamkan karakter pantang menyerah, sementara sang ibu melengkapinya dengan doa malam yang tak pernah padam. Didikan inilah yang menjadi fondasi utama ketika Indra bertarung melawan ribuan peserta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia di Akademi Militer Magelang.
Hasilnya? Alhamdulillah, nama Indra Zakwan Pribadi dinyatakan LOLOS seleksi pusat Akademi TNI Tahun 2026 dan siap menempuh pendidikan sebagai Taruna Akmil Matra Darat.
Dari Kaltara untuk Indonesia
Keberhasilan Indra membuktikan satu hal penting: anak-anak dari daerah perbatasan Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional. Berasal dari Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Indra membuktikan bahwa garis geografis bukanlah penghalang untuk meraih impian tertinggi di kancah nasional.
Kini, langkah baru telah dimulai. Dari Bumi Paguntaka menuju Lembah Tidar, Indra siap menempa diri menjadi calon Perwira TNI AD yang tangguh, berintegritas, dan siap mengabdi pada ibu pertiwi.
Selamat untuk Indra Zakwan Pribadi. Kiranya jejak langkah ini menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Kalimantan Utara lainnya: bahwa berani bermimpi besar adalah awal dari kemenangan.





