TARAKAN – Rencana pembangunan arena road race dan grasstrack di Kota Tarakan memasuki tahap persiapan. Lokasi baru yang berada di lahan milik Pemkot Tarakan dinyatakan clear, dengan pekerjaan awal berupa clearing dan pematangan lahan ditargetkan dimulai tahun ini.
Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, mengatakan kepastian lokasi tersebut diketahui setelah dirinya meninjau kawasan yang disiapkan sebagai arena balap bersama Komisi III DPRD Tarakan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Tarakan, Rabu (2/9/2026).
“Bangunan sirkuit ini ternyata lokasinya berubah. Makanya saya hari ini meninjau langsung, dan kalau di sini betul-betul lokasinya sudah clear. Tahap-tahap perencanaan juga sudah clear semua. Mungkin dalam waktu dekat proses tender akan segera mulai,” kata Randy.
Lokasi tersebut merupakan perubahan dari rencana sebelumnya yang berada di sekitar kawasan Taman Anggrek. Perubahan dilakukan dengan mempertimbangkan kepastian status lahan agar pembangunan tidak menghadapi persoalan pertanahan di kemudian hari.
Randy menyebut lahan yang dipilih merupakan aset Pemkot Tarakan. Selain statusnya lebih jelas, lokasi tersebut juga berada berdekatan dengan arena grasstrack sehingga kawasan itu berpotensi dikembangkan sebagai pusat kegiatan olahraga otomotif.
“Informasinya kemarin memang ditempatkan di dekat Taman Anggrek. Tapi daripada nanti ada persoalan status tanah dan bergejolak di kemudian hari, lebih bagus yang betul-betul sudah lahan milik Pemkot. Di sini juga bagus karena bersebelahan dengan arena grasstrack,” ujarnya.
Pembangunan yang diprioritaskan tahun ini adalah arena road race. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai tempat khusus bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap olahraga balap motor, terutama kalangan anak muda.
Randy menilai penyediaan arena khusus dapat memberikan ruang bagi penghobi balap untuk menyalurkan aktivitasnya di lintasan yang telah disiapkan. Selama ini, aktivitas balap di jalan umum masih menjadi persoalan yang perlu diarahkan ke fasilitas yang lebih tepat.
“Untuk tahun ini kita fokusnya ke arena road race dulu. Animo anak-anak muda untuk balap-balapan memang tinggi. Kalau sudah ada arena road race, mungkin mereka bisa punya wadah untuk menyalurkan hobi, jadi tidak di jalan lagi,” kata Randy.
Selain lintasan, pembangunan juga mencakup sejumlah fasilitas pendukung. Randy menyebut kebutuhan fasilitas tersebut telah masuk dalam perencanaan sehingga arena nantinya tidak berdiri sebagai lintasan semata.
Dari sisi pembiayaan, pembangunan arena diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp19 miliar. Penganggaran dilakukan dengan skema multiyears agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara bertahap.
Untuk tahun ini, anggaran yang telah disiapkan sekitar Rp1,9 miliar. Dana tersebut diarahkan untuk pekerjaan awal, terutama clearing dan pematangan lahan sebelum tahapan pembangunan berikutnya dilanjutkan.
“Tahun ini kita mulai dari clearing dulu, pematangan lahan dulu. Sudah dianggarkan sekitar Rp1,9 miliar untuk tahap awal. Nanti dilanjutkan bertahap sampai total anggarannya sekitar Rp19 miliar,” ujarnya.
Pekerjaan selanjutnya akan mengikuti tahapan pembangunan yang telah direncanakan. Dengan skema multiyears, pembangunan tidak ditargetkan selesai dalam satu tahun anggaran.
Randy menyebut keseluruhan pembangunan ditargetkan rampung sebelum 2029. Target tersebut berkaitan dengan rencana agar arena sudah dapat digunakan sebelum masa jabatan Wali Kota Tarakan berakhir.
“Multiyears. Targetnya sebelum 2029 insyaallah ini selesai. Sesuai dengan janji Wali Kota, sebelum masa jabatan beliau habis, arena sudah bisa kita gunakan,” katanya.
Keberadaan arena road race nantinya akan melengkapi kawasan olahraga otomotif yang juga memiliki arena grasstrack. Namun, pembangunan kedua fasilitas tersebut tidak dilakukan secara bersamaan dengan porsi yang sama.
Randy menegaskan fokus pekerjaan saat ini tetap diarahkan pada arena road race. Pengembangan fasilitas lainnya dapat mengikuti tahapan berikutnya sesuai perencanaan dan kemampuan anggaran daerah.
DPRD Tarakan akan memantau proses pembangunan sejak tahap persiapan lahan hingga arena siap digunakan. Pengawasan tersebut diperlukan agar pembangunan yang menggunakan anggaran multiyears berjalan sesuai tahapan dan target yang telah ditetapkan.
“Sekarang lokasinya sudah jelas, perencanaannya juga sudah clear. Tahun ini kita mulai dari clearing dan pematangan lahan, kemudian bertahap sampai selesai. Harapannya sebelum 2029 arena road race ini sudah bisa digunakan,” pungkas Randy. (adm)





