Anggota Komisi IV DPRD Kaltara Vamelia Bicara Peran Perempuan

Vamelia Ibrahim menjadi narasumber podcast Obraspol dengan tema “Perempuan dan Politik”.

TARAKAN – Perempuan dinilai memiliki ruang besar untuk memengaruhi arah kebijakan publik ketika terlibat langsung dalam lembaga pengambilan keputusan. Pengalaman perempuan dalam keluarga dan lingkungan sosial dapat menjadi perspektif tersendiri saat pemerintah dan legislatif membahas persoalan pembangunan.

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd., mengatakan keterlibatan perempuan di parlemen perlu dipandang sebagai bagian dari upaya menghadirkan perspektif masyarakat secara lebih beragam. Perempuan memiliki pengalaman terhadap sejumlah persoalan sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga.

“Ketika perempuan berada di ruang politik, pengalaman mereka bisa dibawa ke dalam pembahasan kebijakan. Banyak persoalan di masyarakat yang paling dekat dengan perempuan, sehingga suara itu perlu hadir ketika keputusan dibuat,” ujar Vamelia dalam podcast Obraspol (Obrolan Santai Bersama Kesbangpol) yang digelar Kesbangpol Kabupaten Tana Tidung, Senin (14/9/2026).

Baca juga  Kriminalitas Masih Marak, DPRD Kaltara Minta Pengawasan Diperketat

Ia menilai angka keterwakilan perempuan di parlemen perlu diikuti dengan ruang partisipasi yang nyata. Perempuan yang telah berada di lembaga legislatif memiliki kesempatan menyampaikan pandangan, mengkritisi kebijakan dan mengawal kepentingan masyarakat.

“Persentase keterwakilan memang penting, tetapi setelah berada di parlemen perempuan harus berani mengambil bagian dalam pembahasan. Jangan hanya hadir dalam daftar anggota, tetapi ikut berbicara dan memberikan pandangan terhadap persoalan yang sedang dibahas,” katanya.

Menurut Vamelia, isu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan keluarga menjadi beberapa bidang yang sangat dekat dengan kehidupan perempuan. Kebijakan pada sektor tersebut dapat memberi dampak langsung terhadap kehidupan rumah tangga dan perkembangan generasi.

Baca juga  Mobilitas Warga Berau Meningkat, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Titik Gelap Jalanan

Sebagai Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Vamelia mengatakan ruang kerjanya berkaitan dengan sejumlah persoalan tersebut. Ia menilai keterlibatan perempuan dapat membantu menghadirkan sudut pandang tambahan ketika kebutuhan masyarakat dibahas di tingkat legislatif.

“Pendidikan dan kesehatan sangat dekat dengan kehidupan keluarga. Perempuan biasanya berhadapan langsung dengan persoalan itu setiap hari. Pengalaman tersebut bisa menjadi bahan ketika kita membahas kebijakan dan mengawal program pemerintah,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan perempuan perlu membangun kapasitas sebelum masuk ke ruang pengambilan keputusan. Pengetahuan, kemampuan menyampaikan pendapat dan keberanian mengambil sikap dinilai menjadi bekal penting agar perempuan dapat menjalankan perannya secara efektif.

“Kesempatan harus dibarengi kemampuan. Perempuan perlu terus belajar, memahami persoalan dan berani menyampaikan pendapat. Dengan begitu, ketika masuk ke ruang pengambilan keputusan, kontribusinya benar-benar terasa,” kata Vamelia.

Baca juga  Tamara Moriska Minta Kepadatan Pelayanan RSUD Jusuf SK Diantisipasi

Vamelia menilai partisipasi perempuan tidak terbatas pada jabatan politik. Ruang kontribusi juga terbuka melalui organisasi, komunitas, pendidikan, kegiatan sosial dan sektor ekonomi. Peran tersebut dapat menjadi bagian dari keterlibatan perempuan dalam pembangunan daerah.

Ia berharap semakin banyak perempuan di Kalimantan Utara berani mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Menurutnya, keberadaan perempuan dalam ruang publik akan semakin berarti ketika disertai kemampuan menyampaikan gagasan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Perempuan memiliki kemampuan untuk memimpin dan menyelesaikan persoalan. Jangan ragu mengambil ruang ketika kesempatan itu datang. Suara perempuan penting karena pengalaman kita terhadap persoalan masyarakat juga memiliki nilai dalam menentukan kebijakan,” pungkas Vamelia. (adv)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?