Rakerprov KONI Kaltara 2025, Fokus Evaluasi Capaian PON dan Program Kerja

Wakil Ketua Umum I KONI Kaltara, Wiyono Adhie.

TARAKAN – KONI Kaltara menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) untuk membahas evaluasi terhadap organisasi maupun pembinaan dan prestasi atlet di Kaltara.

Rakerprov KONI Kaltara dijadwalkan akan berlangsung pada minggu pertama bulan Juni. Selain Rakerprov, akan ada opening ceremony yang juga diikuti dengan penyerahan bonus atlet, serta pelaksanaan SIWO Awards II.

Wakil Ketua Umum I KONI Kaltara, Bidang Organisasi, Kesejahteraan, dan Pelaku Olahraga, Wiyono Adhie mengatakan, persiapan pelaksanaan Rakerprov sudah dilaksanakan pihaknya.

Ia memastikan Rakerprov bukan sekadar acara seremoni, tetapi juga sebagai evaluasi kinerja KONI, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota. Evaluasi tersebut akan dilaksanakan berdasarkan prestasi yang tercapai, terutama dalam ajang PON.

Baca juga  Perpanjangan Plt BKD Kaltara Tidak Langgar Aturan

“Evaluasinya adalah KONI. Nah kalau kita berbicara KONI, termasuk di dalamnya yang kita evaluasi adalah keberadaan Pengprov, KONI kabupaten/kota baik secara organisasi maupun dalam rangka pembinaan prestasi,” ujar Wiyono.

Salah satu indikator penting dalam evaluasi adalah prestasi KONI Kaltara di PON XXI Aceh-Sumut 2024 yang berlangsung tahun lalu. Wiyono mengungkapkan bahwa raihan medali Kaltara di PON cenderung stagnan pada beberapa edisi PON terakhir, diantaranya PON di Aceh Sumut, Papua, dan Jawa Barat.

Baca juga  Gubernur Ajak Masyarakat Kaltara Dukung Pembangunan Sekolah Garuda

Meski demikian, ada cabang olahraga yang konsisten memberi kontribusi prestasi, seperti menembak dan barongsai.

“Yang lebih spesifik di situ adalah menyangkut masalah cabor yang berbeda-beda. Yang konsisten itu cabor menembak meraih medali emas di PON,” tuturnya.

Wiyono juga menyampaikan bahwa salah satu cabang yang semakin berkembang adalah barongsai, yang sejak ekshibisi di Bandung pada 2016, telah menunjukkan konsistensi prestasi.

Baca juga  Dua Atlet Karate Kaltara Terhenti, Pelatih: Jadi Pembelajaran untuk Kejuaraan Berikutnya

Di sisi lain, Wiyono menuturkan bahwa Rakerprov tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi, tetapi juga sebagai ajang untuk merencanakan persiapan beberapa agenda ke depannya. Salah satunya terkait persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan berlangsung tahun 2026. Termasuk Babak Kualifikasi (BK) PON XXII pada tahun 2027.

“Hanya ada dua tahun setengah saja ini. Tiga tahun efektif lah untuk menuju PON 2028,” pungkasnya. (adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?