TARAKAN – Menghadapi masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Kaltara menyatakan kesiapan penuh untuk melayani pergerakan masyarakat.
Dengan total sekitar 50 armada, seluruh operator kini bersiap mengantisipasi lonjakan penumpang yang diprediksi terjadi beberapa hari sebelum 25 Desember.
Sekretaris Gapasdap Kaltara Bayu Ngari Singal mengatakan, pihaknya menyiapkan langkah antisipasi dengan menyediakan armada tambahan jika terjadi peningkatan penumpang.
“Untuk mendukung angkutan Nataru, kami siap 100 persen. Kalau penumpang membeludak, kami bisa siapkan 2–3 armada tambahan, tinggal disetujui oleh Dishub,” jelas Bayu.
Ia menjelaskan, jalur Tarakan–Tanjung Selor dipastikan menjadi rute paling sibuk selama Nataru. Selain menjadi pintu utama mobilitas masyarakat antarwilayah, lintasan ini juga menghubungkan aktivitas pemerintahan di ibu kota provinsi.
“Tarakan–Selor itu paling sibuk dan paling vital. Itu yang paling banyak disorot karena menghubungkan ke ibu kota,” katanya.
Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, peningkatan penumpang biasanya mulai terasa H-7 hingga H-5 sebelum 25 Desember. Pada hari-hari tersebut masyarakat berbondong-bondong melakukan perjalanan ke kampung halaman atau tujuan liburan.
“Biasanya sekitar seminggu sebelum tanggal 25 mulai ramai. Minus 1 dan minus 2 sudah mulai turun karena kebanyakan orang sudah sampai tujuan,” ujar Bayu.
Sementara arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari, namun tidak sepadat arus keberangkatan.
“Kalau arus balik biasanya tidak terlalu ekstrem. Tidak seramai saat berangkat, karena tidak ada yang dikejar seperti tanggal 25,” tambahnya.
Gapasdap memastikan bahwa sekalipun ramp check masih berlangsung, semua armada yang beroperasi selama Nataru tetap dalam kondisi memenuhi standar keselamatan. Operator juga terus melakukan pembaruan terhadap alat keselamatan agar seluruh armada dapat dinyatakan laik operasi sebelum masa puncak liburan.
“Intinya kami siap melayani dan mengantisipasi lonjakan. Semua armada kami ikutkan ramp check, dan sambil menunggu yang lain selesai melengkapi kekurangannya, kami siapkan opsi tambahan armada jika diperlukan,” pungkasnya. (adm)





