Waspada Modus Baru Pengedar Narkotika lewat Pedagang Sayur

Ilustrasi.

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan mengungkap dugaan modus baru dalam peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Hal itu sejalan dengan kasus dugaan peredaran narkotika yang kini tengah diseledikinya.

Kepala BNNK Tarakan, Evon Meternik mengungkapkan, pihaknya sedang menyelidiki dugaan penyelundupan sabu yang diduga dilakukan oleh pedagang sayur.

“Jangan sampai hanya karena uang beberapa rupiah, menjadi bagian dari jaringan ini. Kami sudah mendata pedagang-pedagang sayur yang mencurigakan,” ujarnya, Jumat (23/5).

Baca juga  Musnahkan 3,9 Kg Sabu, Selamatkan Puluhan Ribu Jiwa dari Ancaman Narkoba

BNNK Tarakan juga telah memetakan oknum-oknum dibalik modus operandi penyelundupan barang haram tersebut. Adapun saat ini, pihaknya menilai peredaran sabu di wilayah Texas Selumit Pantai sudah menurun. Meski, tidak dapat dipungkiri masih ada peredaran sabu secara diam-diam.

“Aktivitas transaksi turun 80 persen, sisa peredarannya sekitar 20 persen itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Bahkan banyak yang takut karena komitmen kami bukan hanya penjual, pembeli pun akan kami tindak. Keluarga dan RT akan kami panggil untuk memberikan efek jera,” jelasnya.

Baca juga  Kejati Kaltara Geledah Tiga Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Aplikasi Pariwisata ASITA

Dibeberkan Evon, tadinya peredaran narkoba di Selumit Pantai terdapat enam titik. Setelah dilakukan patroli rutin selama enam bulan terakhir, seluruh titik berhasil ditutup.

Keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama masyarakat yang mulai aktif melaporkan aktivitas mencurigakan, bahkan pada malam hari.

“Laporan warga sekarang luar biasa, kadang jam 3 pagi ada pesan masuk. Kami langsung turun ke lokasi. Ini bukti bahwa kesadaran masyarakat meningkat,” ungkapnya.

Baca juga  Dua Kurir Sabu Diringkus Ditpolairud Polda Kaltara

Dirinya mengajak masyarakat juga terlibat aktif dalam memberantas narkotika. Menurutnya, penghapusan terhadap narkotika bukan hanya tugas aparat, melainkan seluruh masyarakat.

“Kalau dulu ada permesta perang rakyat semesta, kini kita lakukan hal yang sama dalam melawan narkotika. Jangan jadikan narkoba sebagai teman, karena ujungnya bisa ke rumah sakit jiwa, bahkan kuburan,” pungkasnya. (adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?