1 WBP Lapas Tarakan Meninggal Dunia, Diduga Ditikam Tahanan Lainnya

Lapas Kelas IIA Tarakan.

TARAKAN – Satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Tarakan berinisial AT (27) harus meregang nyawa usai diduga ditikam menggunakan senjata tajam (sajam) oleh WBP lainnya berinisial AB (25) pada Rabu (24/9).

Kasubsi Registrasi Lapas Kelas IIA Tarakan, Praditya Panji Utama membenarkan hal tersebut. Diungkapkannya, pada malam itu kedua WBP terlibat cek-cok hingga terjadi dugaan penikaman. “Untuk saat ini (kasusnya) sudah kita serahkan kepada pihak yang berwajib. Olah TKP-nya sudah dilaksanakan juga semalam dan sudah selesai dilaksanakan,” ujarnya,

Baca juga  Polda Kaltara Ringkus Pelaku Sabu 6 Kilogram

Panji menyebut, korban langsung dilarikan ke IGD untuk pertolongan pertama. Namun, tak bertahan lama, korban lalu meninggal dunia. Disinggung soal kronologis kejadian, dirinya mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Belum bisa saya sampaikan karena sekarang sedang ditangani oleh pihak yang berwajib. Jadi kita percayakan kepada pihak berwajib atau pihak kepolisian di Polres Tarakan,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdilah menjelaskan, masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Sejauh ini sudah terdapat 5 orang saksi yang diperiksa, di antaranya keluarga korban maupun petugas Lapas Kelas IIA Tarakan.

Baca juga  Rombong UMKM di Taman Berlabuh Diduga Dibobol Maling

Pihaknya juga masih mendalami terkait kronologis yang akan disimpulkan berdasarkan fakta-fakta di lapangan. “Itu (kronologis) butuh proses penyelidikan dan penyidikan baru kita bisa sampaikan,” katanya.

Adapun sajam yang digunakan oleh pelaku adalah jenis pisau, yang kini telah diamankan oleh polisi. Perwira balok tiga itu mengaku masih mendalami asal muasal sajam yang digunakan untuk menikam korban. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa pakaian korban dan pelaku.

Baca juga  Penikaman Maut di Tarakan Dipicu Narkoba, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Disinggung soal motif dari dugaan penikaman ini, dirinya juga belum bisa berbicara banyak. “Nanti lebih dalam lagi. Ini kan kita masih melakukan pendalaman, nanti kita periksa lagi. Jadi belum bisa kita sampaikan hasilnya,” pungkasnya. (adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?