TARAKAN – Aktivitas pelayaran dan nelayan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan dilaporkan mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.
Forecaster BMKG Tarakan Danurahni Aryashta mengatakan, berdasarkan analisis kondisi cuaca dan model prakiraan, potensi gelombang tinggi diperkirakan masih berlangsung hingga dua hari ke depan.
“Untuk wilayah perairan Kaltara, tinggi gelombang berkisar antara 1 hingga 1,3 meter. Di perairan Tarakan mencapai 1 hingga 1,4 meter, sedangkan perairan Tanjung Selor (muara Bulungan Tarakan) sedikit lebih tinggi dengan kisaran 1 hingga 1,5 meter,” ujarnya, Selasa (17/2).
Menurutnya, peningkatan tinggi gelombang dipicu oleh kondisi angin yang bertiup lebih kencang dari biasanya. Saat ini angin dominan berasal dari arah timur laut dengan kecepatan mencapai 18 hingga 25 knot.
“Kondisi angin yang cukup kuat ini sangat mendukung pembentukan gelombang yang lebih tinggi dibandingkan hari normal,” jelasnya.
Selain faktor angin, kondisi dinamika atmosfer skala global juga turut berpengaruh. Saat ini fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) berada pada fase 2 yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Utara.
Ditambah lagi, suhu muka laut yang relatif lebih hangat dari kondisi normal turut menyuplai uap air lebih banyak ke atmosfer.
“Hal ini semakin mendukung pembentukan awan hujan dan berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang,” terangnya.
Danurahni menjelaskan, tinggi gelombang tidak terjadi merata sepanjang hari. Pada siang hari, gelombang memang relatif lebih rendah, namun tetap lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.
“Kalau biasanya siang hari hanya sekitar 0,3 hingga 0,6 meter, saat ini bisa mencapai 0,8 hingga 1 meter,” katanya.
Sementara itu, puncak gelombang diprediksi terjadi pada dini hari hingga pagi.
“Puncaknya antara pukul 02.00 sampai 08.00 Wita dengan ketinggian bisa mencapai 1 hingga 1,5 meter,” ungkapnya.
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut dengan kapal berukuran kecil, agar lebih berhati-hati.
“Gelombang kategori sedang ini tentu akan lebih berdampak pada kapal berkapasitas kecil. Karena itu, nelayan maupun operator speedboat diharapkan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar,” pesannya.
BMKG Tarakan juga mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca maritim terkini sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko di perairan. (adm)





