2025, Arus Peti Kemas di Pelabuhan Malundung Tarakan Menurun 15 Ribu TEUs

Bongkar muat peti kemas di dermaga Pelabuhan Malundung Tarakan.

TARAKAN – Arus peti kemas di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Malundung Tarakan sepanjang 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

PT Pelindo Petikemas Tarakan menegaskan koreksi tersebut bersifat sementara dan tidak mengganggu arah pengembangan pelabuhan sebagai simpul logistik utama di Kalimantan Utara.

Terminal Head (TH) PT Pelindo Peti Kemas Tarakan Amrullah mengungkapkan, sepanjang 2025 throughput peti kemas tercatat sekitar 70 ribu TEUs, turun dari capaian 85 ribu TEUs pada 2024.

“Memang ada penurunan sekitar 15 ribu TEUs. Ini bukan karena kinerja pelabuhan, tetapi lebih pada faktor eksternal, khususnya berkurangnya pengapalan LNG,” kata Amrullah.

Ia menjelaskan, sekitar 10 ribu TEUs penurunan berasal dari menurunnya volume LNG yang selama ini dikirim langsung (direct call) ke China melalui Pelabuhan Malundung Tarakan. Komoditas LNG tersebut dipasok oleh PT Kayan, yang produksinya menyesuaikan dengan permintaan pasar global.

Baca juga  Binrohtal Rutin Polda Kaltara, Personel Nasrani Rayakan HUT ke-2 Gereja Oikumene Hosana Polda Kaltara

“Permintaan luar negeri menurun, otomatis volume LNG yang lewat pelabuhan kami ikut berkurang,” ujarnya.

Sementara itu, sekitar 5 ribu TEUs lainnya berasal dari penurunan kontainer domestik atau dry container dari Surabaya. Meski terkoreksi dibanding 2024, Amrullah menegaskan kinerja 2025 masih lebih baik dibandingkan 2023. Pada tahun tersebut, arus peti kemas Pelabuhan Tarakan hanya mencapai 63 ribu TEUs.

“Tahun 2024 itu terjadi lonjakan signifikan karena faktor LNG yang sifatnya insidentil. Ketika faktor itu berkurang, angka kembali menyesuaikan. Namun tren jangka panjangnya tetap tumbuh,” jelasnya.

Untuk menjaga daya saing dan mendorong pertumbuhan trafik, Pelindo Petikemas Tarakan tengah menggenjot peningkatan infrastruktur. Salah satu proyek strategis yang sedang berjalan adalah pengerukan area dermaga Pelabuhan Malundung.

Baca juga  Rakerprov KONI Kaltara 2025, Fokus Evaluasi Capaian PON dan Program Kerja

“Pengerukan sudah berjalan dan progres fisiknya sekitar 30 persen. Target kami selesai akhir Februari 2026,” kata Amrullah.

Dengan pengerukan tersebut, kedalaman pelabuhan akan semakin optimal sehingga mampu melayani berbagai jenis kapal, mulai dari kapal peti kemas, general cargo hingga kapal penumpang Pelni.

“Kalau kedalaman sudah optimal, otomatis tambatan bisa dimanfaatkan maksimal dan produktivitas meningkat,” tambahnya.

Dari sisi operasional, Pelindo Petikemas Tarakan mencatat kinerja bongkar muat yang sudah melampaui standar layanan (SLA). Saat ini, standar Box Ship Hour (BSH) yang disepakati dengan syahbandar adalah 15 box per jam.

“Alhamdulillah, tahun ini kami sudah mencapai 15,6 hingga 15,7 BSH,” ujar Amrullah.

Ke depan, dengan penerapan sistem operasi 24 jam 7 hari, penggunaan terminal operating system yang lebih modern, serta selesainya pengerukan, Pelindo menargetkan produktivitas minimal 18 BSH.

Baca juga  Kabid Humas Polda Kaltara Hadiri Istighosah Nasional dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

“Bahkan pada kondisi tertentu kami pernah tembus 22 box per jam. Namun BSH sangat dipengaruhi cuaca. Jika angin kencang, kami harus menghentikan operasional demi keselamatan,” jelasnya.

Amrullah menekankan, peningkatan kinerja pelabuhan tidak bisa dilakukan sendiri oleh operator. Dukungan dari shipping line, regulator, dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, terutama dalam penyesuaian pola operasional dan perencanaan muatan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pelindo Petikemas Tarakan optimistis kinerja pelabuhan akan kembali meningkat dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi serta aktivitas logistik di Kaltara.

“Pengembangan pelabuhan ke depan juga mencakup penambahan dermaga dan pekerjaan sonasi. Ini membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk penyesuaian pola tambatan dan jadwal kapal,” pungkasnya. (adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?