Dinkes Tepis Adanya Kasus Flu Burung di Kota Tarakan

Dinas Kesehatan Kota Tarakan saat memberikan penjelasan soal dugaan kasus flu burung yang viral.

TARAKAN – Isu dugaan kasus flu burung (avian influenza) yang beredar di masyarakat Kota Tarakan, ditanggapi oleh Dinas Kesehatan Kota Tarakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, dr Devi Ika Indriarti menegaskan, informasi yang menyebut masyarakat tidak boleh mengonsumsi atau membeli daging ayam adalah tidak benar.

Ia menjelaskan, surat edaran yang sempat beredar sebenarnya ditujukan secara internal kepada puskesmas sebagai langkah kewaspadaan dini, bukan untuk konsumsi publik.

“Surat itu ditujukan kepada kepala puskesmas sebagai bentuk kewaspadaan. Itu hal yang rutin dilakukan jika ada informasi tertentu, agar tenaga kesehatan bisa meningkatkan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Baca juga  1 Ton Beras Asal Malaysia Diamankan Satpolairud Polres Tarakan

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak pernah ditemukan kasus flu burung pada manusia di Kota Tarakan. Bahkan secara nasional, kasus tersebut sudah lama tidak ditemukan.“Di Tarakan tidak pernah ada kasus flu burung pada manusia. Jadi pernyataan yang melarang makan atau membeli ayam itu tidak benar dan sangat merugikan pedagang,” tegasnya.

Baca juga  Ratusan Personel Kepolisian Dikerahkan Amankan TPS

Ia mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menyikapi informasi, serta memastikan daging ayam yang dikonsumsi dalam kondisi segar dan dimasak hingga matang sempurna. Menurutnya, risiko kesehatan justru lebih mungkin terjadi akibat pengolahan makanan yang tidak benar, seperti diare atau keracunan makanan.

“Yang perlu diperhatikan itu cara memilih bahan yang baik dan cara memasaknya. Bukan takut makan ayam, tapi bagaimana memastikan makanan aman dikonsumsi,” tambahnya.

Baca juga  Alumni SMPN 1 Tarakan Diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang

Dinas Kesehatan juga telah menelusuri sumber penyebaran informasi tersebut. Diketahui, surat edaran internal itu pertama kali tersebar melalui media sosial, khususnya Facebook, sehingga memicu kesalahpahaman di masyarakat.

Meski demikian, pihaknya belum mengambil langkah hukum dan memilih menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang. “Ini jadi pembelajaran bersama. Dalam menggunakan media sosial harus hati-hati, karena informasi yang tidak utuh bisa menimbulkan keresahan,” pesannya.(adm)

Bagikan:

APA YANG ANDA CARI?